- Pelindo Regional 2 Pelabuhan Ciwandan Uji Sandar Kapal, Persiapan Hadapi Mudik Lebaran 2026
- Mudik Gratis IPC TPK Bersama Pelindo Group Aman dan Nyaman
- Semangat Ramadhan IPC TPK Bagi 1600 Takjil di Pelabuhan
- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
Berlayar Naik Kapal Pengawas KKP, Ratusan Pelajar Ceria Diajari Mencintai Laut

Keterangan Gambar : Ratusan pelajar diajak berlayar naik kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Foto: Ditjen PSDKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Ratusan pelajar sumringah memperoleh pengalaman baru berlayar naik kapal mopengawas milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini bertujuan mengajarkan generasi muda mencintai dan menjaga laut Indonesia.
Ratusan pelajar tersebut mengikuti program Open Ship dan Joy Sailing yang digelar sejak tanggal 20 – 26 Oktober 2023. Program ini digelar di 9 lokasi sebagai rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan Tahun 2023. Program ini merupakan upaya KKP untuk mengajak generasi muda mencintai dan menjaga laut Indonesia.
Baca Lainnya :
- Yuuk, Ikutan Festival Ikan Hias Nusantara 20230
- 5 Kapal Indonesia, 1 Kapal Malaysia Ditangkap KKP0
- Temui Nelayan Jelang Aturan Penangkapan Ikan Terukur, Ini Kata Menteri Trenggono0
- Kepergok Tangkap Ikan di Laut Indonesia, Kapal Filipina Disergap0
- Ikan Langka Paus Cuvier Mati Terdampar di Pantai Pulau Tanakeke0
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Laksda TNI Dr. Adin Nurawaluddin, M.Han menjelaskan tujuan dilakukannya program ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar, bahwa sumber daya kelautan dan perikanan di Indonesia yang sangat melimpah perlu dijaga supaya terlindungi dari ancaman illegal fishing dan destructive fishing.
“Selama ini kan tidak banyak yang pernah melihat langsung bagaimana kapal pengawas kelautan dan perikanan ini bekerja dalam melakukan pengawasan, selain para nelayan," kata Adin dalam siaran tertulis dikutip Sabtu (28/10/2023).
"Untuk itu, selama Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan, kami ajak masyarakat umum khususnya anak-anak pelajar supaya ada pembelajaran di luar kelas yang membuat mereka semangat untuk menjaga sumber daya kelautan dan perikanan kita”, terang Adin.
Sebanyak 649 peserta mulai dari siswa SD sampai Perguruan Tinggi telah mengikuti program Open Ship dan Joy Sailing yang diselenggarakan di 9 lokasi, di antaranya di Lampulo, Tual, Belawan, Pontianak, Ambon, Biak, Tahuna, Tarakan, dan Kupang.
Adin menjelaskan, sebelum para pelajar dikenalkan dengan kapal pengawas, terlebih dahulu mereka diberi pembelajaran secara interaktif mengenai pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di dalam kelas.
“Jadi sebelum ada program Open Ship dan Joy Sailing, kami sudah lakukan kegiatan pembelajaran tentang pengawasan kelautan dan perikanan di sekolah-sekolah melalui PSDKP Mengajar. Supaya makin semangat, jadi kami ajak mereka untuk melihat dan merasakan langsung bagaimana rasanya operasi di laut”, ungkap Adin.
PSDKP MENGAJAR
KKP juga telah menggelar program PSDKP Mengajar di 12 (dua belas) lokasi di Indonesia. Kegiatan ini diikuti sebanyak 2.231 peserta mulai dari pelajar SD sampai Mahasiswa.
Materi yang diberikan di antaranya, pengenalan terhadap tugas dan fungsi Ditjen PSDKP, 5 Kebijakan Ekonomi Biru KKP, peran pengawasan dalam mengawal 5 kebijakan ekonomi biru, bahaya penangkapan ikan dengan bom dan potasium, serta penangkapan ikan dan jenis ikan yang dilindungi.
Para pelajar juga diperkenalkan dengan peran Awak Kapal Pengawas dan filosofi seragam dinas loreng kerapu macan, yang berarti memiliki pergerakan perlahan namun pasti dan mampu menerkam mangsa secara tepat.
Adin berharap, melalui program ini, semakin banyak generasi muda yang peduli terhadap keberlangsungan sumber daya kelautan dan perikanan dan menarik minat mereka untuk terus menjaga kelestarian laut Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono telah mengumumkan bahwa dalam rangka Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan yang digelar sepanjang bulan Oktober 2023 untuk memperingati HUT KKP ke-24 yang jatuh pada tanggal 26 Oktober. Di samping pelaksanaan PSDKP Mengajar dan Joy Sailing, KKP melalui Ditjen PSDKP juga meluncurkan sejumlah program yang dalam menyemarakkan rangkaian HUT KKP ke-24.
Program tersebut meliputi pelayanan kesehatan masyarakat dan nelayan, donor darah, pemberian paket ikan kepada Yayasan Anak Yatim dan Pondok Pesantren mendukung program Gemarikan, serta pemberian Bea Siswa anak nelayan. (Riz/Oryza)











