- Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO
- Pelindo Regional 2 Sambut SENA dan Kadin Arab-Kolombia, Kenalkan Jejak Warisan Pelabuhan Sunda Kelapa
- Resahkan Nelayan, 37 Rumpon Ilegal di Maluku Utara Ditertibkan KKP
- Optimalkan PNPB, Ditjen Hubla Pertajam Akurasi Perhitungan Luas Penggunaan Perairan Pelabuhan
- Menteri Trenggono dan Menko Pangan Tinjau Mockup Tematik Mini RAS di Depok
- Kemnaker Raih Terbaik II Anugerah Layanan Investasi 2026
- Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok
- Ringankan Beban Korban Gempa Bumi, KRI Makassar-590 Salurkan Bantuan ke Pulau Palue NTT
- Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali Terima Bintang Kehormatan Nishan-e-Imtiaz dari Presiden Pakistan
- Satgas Port Visit 2026 Dilepas Menkopolkam dan Panglima TNI, Emban Misi ke Pasifik Selatan
Pelindo Regional 2 Sambut SENA dan Kadin Arab-Kolombia, Kenalkan Jejak Warisan Pelabuhan Sunda Kelapa

Keterangan Gambar : Pelindo Regional 2 menyambut kunjungan Servicio Nacional de Aprendizaje (SENA) Kolombia dan delegasi Arab Colombian Chamber of Commerce di Museum Maritim Indonesia, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Pelindo Regional 2 menyambut kunjungan Servicio Nacional de Aprendizaje (SENA) Kolombia dan delegasi Arab Colombian Chamber of Commerce di Museum Maritim Indonesia, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah panjang industri kepelabuhanan Indonesia, dengan fokus pada Pelabuhan Sunda Kelapa yang berstatus sebagai pelabuhan heritage di bawah pengelolaan Pelindo Regional 2.
Rombongan yang berjumlah 38 peserta SENA ini didampingi oleh dua delegasi Arab Colombian Chamber of Commerce, Cecilia Porras Eraso dan Juliana Cabrejo Porras.
Baca Lainnya :
- Optimalkan PNPB, Ditjen Hubla Pertajam Akurasi Perhitungan Luas Penggunaan Perairan Pelabuhan0
- Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok0
- Pelindo Banten Buka Akses Pelabuhan Ciwandan untuk Kapal SAR Basarnas0
- Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor0
- Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Priok Tetap Operasional 24 Jam0
Selama kunjungan, para peserta mendapat pemaparan tentang jejak sejarah Sunda Kelapa, dinamika aktivitas kepelabuhanan dari masa ke masa, hingga peran pelabuhan tersebut dalam catatan panjang kemaritiman nasional.
Regional Division Head Pelindo Regional 2, Mundzyr Salim mengatakan kunjungan lintas negara ini menjadi ajang saling berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan sisi historis pelabuhan Indonesia kepada mitra internasional.
"Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki perjalanan sejarah panjang dan berperan penting dalam perkembangan perdagangan serta kemaritiman Indonesia. Kami berharap para peserta bisa melihat bagaimana pelabuhan ini terus bertransformasi mengikuti zaman, tanpa kehilangan nilai sejarah dan warisan maritimnya," kata Mundzyr.
Ia menambahkan, Museum Maritim Indonesia berperan sebagai ruang edukasi untuk menelusuri jejak dunia maritim Tanah Air, mulai dari sejarah pelayaran dan perdagangan hingga transformasi industri kepelabuhanan modern.
Sejarah Karitiman Indonesia
Usai sesi pemaparan, rombongan berkeliling area pamer museum untuk melihat langsung koleksi dan materi edukatif yang menggambarkan perjalanan kemaritiman Indonesia serta kontribusi pelabuhan dalam menopang konektivitas dan perdagangan nasional.
Juliana Cabrejo Porras dari Arab Colombian Chamber of Commerce mengapresiasi kesempatan mempelajari sejarah kepelabuhanan Indonesia secara langsung.
"Kunjungan ini memberi kami pemahaman lebih dalam soal sejarah maritim Indonesia dan peran Sunda Kelapa di dalamnya. Kami juga senang bisa melihat langsung Museum Maritim Indonesia dan mendapat gambaran nyata industri kepelabuhanan di sini," ujarnya.
Kunjungan turut dihadiri General Manager Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa, Ahmad Fahmi; Senior Manager Hukum & Humas, Dany Syuhada; dan Senior Manager Umum dan Rumah Tangga, Budi Utama.
Lewat kunjungan ini, Pelindo Regional 2 menegaskan komitmennya membuka ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dengan mitra serta institusi internasional, sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan maritim Indonesia. (Riz/Mar)











