- Sidak Malam, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Bio Solar dan Pertalite Lancar
- Kapal Perang KRI Teluk Parigi-539 Angkut Genset, Beras hingga Rendang, Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Relawan Bakti BUMN Batch IX, Pelindo Semai Harapan di Langowan
- Forum ASEAN di Bangkok, Menaker Bawa Agenda Penguatan Keterampilan dan Perlindungan Pekerja
- KKP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Gempa Bumi di NTT
- Pelindo Regional 2 dan BNN Jakut Edukasi Bahaya Narkoba di SMAN 13 Jakarta
- Cegah Karhutla, Presiden Prabowo Tekankan Tindakan Dini, Edukasi, dan Penegakan Hukum
- Presiden Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Optimal
- Penyelundupan 30.789 Ekor Benih Bening Lobster Digagalkan di Bandara Juanda, Pelaku Kabur
- Kampung Nelayan Merah Putih Mulai Menggeliat, Sudah Pasarkan 273 Ton Ikan
Apa Saja 5 Komoditas Laut Punya Keunggulan Investasi?

Keterangan Gambar : Dirjen PDSPKP, Budi Sulistiyo memamparkan peluang dan potensi investsi lima komoditas prioritas KKP di Indonesia Marine and Fisheries Business Forum (IMFBF) 2024. Kelima komoditas tersebut yakni; udang, rumput laut, tilapia, kepiting-rajungan dan lobster. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengurai skor keunggulan komparatif (revealed comparative advantage/RCA) lima komoditas prioritas. Kelima komoditas tersebut yakni udang, rumput laut, tilapia, kepiting-rajungan, dan lobster.
"RCA adalah salah satu indikator yang dapat menunjukkan keunggulan komparatif suatu komoditas atau daya saing produk suatu negara di pasar global," terang Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo di sela Indonesia Marine and Fisheries Business Forum (IMFBF) 2024.
Baca Lainnya :
- Ini langkah KKP Tarik Investasi Ekonomi Biru di Forum Internasional0
- Jadi Modeling Budidaya Nila 80 Hektar Eks Tambak Udang0
- Spanyol Tingkatkan Jaminan Perlindungan ABK Kapal Ikan Indonesia0
- Sigini Nilainya, Desa Perikanan Cerdas SFV Dongkrak PNPB 20230
- KKP Gandeng UNIDO Kembangkan Sistem Jaminan Mutu Perikanan Berkelas Internasional0
Budi memaparkan RCA udang olahan misalnya, memiliki skor 1,01 di pasar Tiongkok dan 3,49 untuk pasar Jepang. Kemudian rumput laut memiliki skor RCA karaginan sebesar 6,25 untuk pasar Uni Eropa dan tilapia memiliki skor RCA fillet beku sebesar 12,89 untuk pasar Kanada.
Ini hasil analisa kami, skor lebih dari 1 menandakan produk kita memiliki daya saing di pasar tersebut, terlebih apabila petumbuhan pangsa pasarnya positif, maka negara itu menjadi pasar optimis dan potensial untuk terus dikembangkan" urai Budi di depan para peserta IMFBF 2024.
Budi memprediksi nilai pasar udang global sebesar USD61,90 miliar di tahun 2045. Kemudian rumput laut bisa menyentuh USD11,14 miliar, tilapia USD1,94 juta, kepiting-rajungan USD16,93 miliar serta lobster USD11,30 miliar di tahun 2045.
"Tentu ini nilai yang besar dan Indonesia berpeluang untuk menjadi salah satu pemain utama di tahun 2045," tutur Budi.
Guna menampung minat investasi untuk komoditas tersebut, Budi memastikan KKP siap memberikan fasilitasi kemudahan berusaha, akses permodalan dan investasi, hingga dukungan kelembagaan dan mitra usaha. Dikatakannya, saat ini KKP juga telah mengimplementasikan ekosistem logistik ikan yang efektif dan efisien serta sistem rantai dingin dari hulu - hilir.
Melalui dukungan tersebut, Budi berharap para pelaku usaha tak ragu untuk menanamkan modal atau mengembangkan usaha di sektor kelautan dan perikanan.
"Kita baru membuka koridor logistik Biak-Surabaya sebagai bentuk komitmen pengelolaan berbasis ekosistem yakni mendekatkan rantai pasok hasil perikanan dari hulu ke hilir, khususnya dari pusat produksi ke pusat distribusi ikan," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono membuka Indonesia Marine and Fisheries Business Forum (IMFBF) 2024 untuk mendorong geliat investasi biru di sektor kelautan dan perikanan. Forum ini mempertemukan berbagai entitas yang berasal dari dalam dan luar negeri. (Arry/Oryza)











