- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara
- IPC Terminal Petikemas Dukung TNI AL Gagalkan Penyelundupan 74 Ton Arang Bakau Bodong di Priok
- TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan 74 Ton Arang Bakau di Tanjung Priok
- PT Pelabuhan Tanjung Priok Torehkan Prestasi, Raih Gold Award di LCAP 2024/25 Vision Awards
- Penyelundupan 40 Ton Solar di Natuna Digagalkan TNI AL, Modus Angkut Cumi 50 Kg, ABK Pakai Narkoba
Alat Baru Ramah Lingkungan, Operasional Meningkat, Pelayanan TPK Koja Lebih Cepat

Keterangan Gambar : Peralatan QCC dan E-RTG meningkatkanproduktivitas alat, mempercepat pergerakan peti kemas, dan mengurangi kemungkinan bottleneck dalam arus logistik.Foto: Humas Koja
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Operasional KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) diperkirakan meningkat dan pelayanan lebih cepat dengan peralatan yang baru diterima.
Alat baru ini disambut dan diterima dengan tema “New Equipment Inauguration: Gearing Up for Greener Future” (Peresmian Peralatan Baru: Bersiap Menuju Masa Depan yang Lebih Hijau) di Gedung Terminal Petikemas Koja, Senin (15/12/2025).
Acara ini menjadi momentum penting menandai kedatangan peralatan baru sebagai bagian dari program modernisasi terminal.
Baca Lainnya :
- Arus Peti Kemas Tumbuh 5 Persen, Pelindo Petikemas Optimis Capai Melebihi Target 20250
- Aksi Aspirasi TKBM, Terminal Peti Kemas Bagendang Dipastikan Berjalan Normal0
- Direktur Komersial Pelindo Soroti Pentingnya Perkuat Kapabilitas di Seluruh Lini Layanan0
- Transparansi Layanan Kepelabuhanan, UPP Tanjung Redeb Perkuat Implementasi Inaportnet0
- Berbagi Untuk Negeri PT Pelindo Solusi Logistik Tebar 1000 Paket Sembako Warga Semarang0
Acara penyambutan ini dihadiri oleh jajaran Perwakilan dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, CEO Hutchison Ports Indonesia (HPI), Dewan Pengawas TPK Koja, serta pimpinan instansi penting seperti KSOP, Bea dan Cukai, Balai Karantina, PolresTanjung Priok, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, asosiasi, mitra dan pelanggan.
Kehadiran para pemimpin industri dan regulator memperkuat komitmen bersama untuk mengembangkan ekosistem logistik nasional yang modern, efisien, dan kompetitif secara global.
Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono menyampaikan bahwa modernisasi peralatan adalah mandat strategis untuk mendukung konektivitas logistik nasional. “TPK Koja memegang peran penting dalam ekosistem Pelabuhan Tanjung Priok. Penguatan infrastruktur operasional seperti ini menjadi dasar untuk meningkatkan daya saing,” ujar Arif.
Modernisasi ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas terminal,serta mendukung transformasi layanan menuju pengoperasian pelabuhan yang lebih modern,ramah lingkungan, dan berkelanjutan (green port). Proses pengadaan dan peremajaan alatsendiri dilakukan secara bertahap melalui perencanaan teknis yang matang dan integrasi operasional yang terukur.
Manajemen TPK Koja menyatakan bahwa pengadaan peralatan dilakukan melalui analisis kebutuhan operasional, kajian teknis yang mendalam, dan memastikan kesiapan integrasi kesistem operasional terminal.
Peralatan QCC dan E-RTG ini bertujuan meningkatkan produktivitas alat, mempercepat pergerakan peti kemas, dan mengurangi kemungkinan bottleneck dalam arus logistik.
Sementara itu, CEO Hutchison Ports Indonesia, Seto Baskoro mengungkapkan bahwa sinergi antara Pelindo dan HPI sangat penting untuk menjaga standar operasional kelas dunia. "Kolaborasi ini memastikan TPK Koja tetap adaptif terhadap tantangan industri dan mampu menyediakan layanan premium di tengah persaingan global," ungkap Seto.
Peralatan baru dari pengiriman pertama telah tiba pada 12 Desember 2025 terdiri dari 2 unit Quay Container Crane (QCC) dan 4 unit Electric Rubber Tyred Gantry(E-RTG), yang selanjutnya akan dilengkapi melalui pengiriman kedua berupa 1 unit QCC.
Alat baru ini mampu melayani kapal berukuran Superpost Panamax dengan jangkauan hingga 63 meter atau sekitar 22 baris peti kemas di kapal, menggantikan QCC lama yang hanya dapat melayani kapal Panamax dengan jangkauan 35 meter atau sekitar 13 baris petikemas. Adapun penambahan 4 unit E-RTG akan memperkuat aktivitas bongkar muat di lapangan penumpukan peti kemas. Seluruh peralatan baru ini dioperasikan menggunakan sumber daya dan sistem elektrik.
Transformasi Operasional Terminal
General Manager TPK Koja, Banu Astrini, menegaskan bahwa kedatangan peralatan baru ini menandai langkah penting dalam transformasi operasional terminal. “Peralatan ini akan mendorong peningkatan kapasitas bongkar muat sekaligus memperkuat stabilitas dan keandalan operasi.
"Dengan dukungan penuh dari Pelindo dan HPI, kami optimistis mampu memberikan layanan yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi seluruh pengguna jasa,” kata Banu.
Acara diakhiri dengan prosesi simbolisi peresmian, pemutaran video kedatangan alat, dan sesifoto bersama. Para tamu VIP kemudian melakukan kunjungan lapangan untuk melihatlangsung peralatan yang baru tiba dan menerima penjelasan teknis dari tim yang terlibat. Dengan kehadiran peralatan baru yang modern dan berkapasitas besar ini, TPK Kojamenegaskan komitmennya untuk terus menyediakan layanan terminal yang inovatif, berkelanjutan, dan berfokus pada peningkatan kualitas layanan pelanggan di tingkat nasional maupun internasional secara berkelanjutan.(Arry/Mar)











