- Budi Daya Lobster di Lombok Timur, KKP Dorong Kemajuan Ekosistem
- Presiden Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia, dari Kapal Laut hingga Pesawat
- 4 Kapal Perang TNI AL dan US Navy Dikerahkan di Perairan Jawa, Ada Apa ?
- KKP - ISI Yogyakarta Kembangkan Harta Karun BMKT untuk Ilmu Pengetahuan dan Seni
- Navy Brotherhood, Kapal Perang TNI AL dan Tentera Malaysia Jaga Selat Malaka
- Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi Pengguna Jasa
- Podcast PWI CHANNEL Resmi Diluncurkan, Wamen Komdigi Angga Raka Tampil Perdana
- Pos Binpotmar Pegatan-Tim Gabungan Selamatkan Kapten dan ABK TB Armada Jaya 11
- Direksi PELNI Rayakan Harpelnas bersama Penumpang KM Tidar di Pelayaran Baubau ke Maumere
- Kapal TB Armada Jaya 11 Bawa 7 ABK Tenggelam di Perairan Katingan Kalteng
7Th IEC 2024, TNI AL dan Royal Thai Navy Bahas Keamanan Maritim

Keterangan Gambar : TNI AL dan Royal Thai Navy (RTN) menggelar 7Th Intelligence Exchange Conference (IEC) Tahun 2024. di Royal Thai Navy Headquarters, Bangkok, Thailand, Selasa (3/12/2024). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Dalam rangka menjalin kerjasama antar Angkatan Laut kedua negara, TNI AL dan Royal Thai Navy (RTN) menggelar 7Th Intelligence Exchange Conference (IEC) Tahun 2024. di Royal Thai Navy Headquarters, Bangkok, Thailand, Selasa (3/12/2024).
TNI AL dipimpin oleh Asisten Intelijen Kasal (Asintel Kasal) Laksda TNI Akmal, sedangkan Royal Thai Navy (RTN) dipimpin oleh Director General NID Vice Admiral Puchong Praditteera.
Forum 7Th IEC 2024 ini merupakan dialog sekaligus diskusi untuk membahas isu-isu keamanan maritim di lingkungan global, regional dan nasional yang berdampak kepada stabilitas keamanan maritim khususnya antara Indonesia dan Thailand.
Berbagai komunikasi strategis untuk membangun sinergi di bidang intelijen khususnya keamanan maritim. Kegiatan 7Th IEC diharapkan dapat menjadi mekanisme efektif untuk memperkuat dalam berbagi informasi, komunikasi dan berkoordinasi guna meningkatkan kerja sama antara kedua angkatan laut dibidang intelijen.
Pada kesempatan tersebut, TNI AL menjelaskan bahwa pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sudah dapat membuahkan hasil, di antaranya berbagai penyelundupan narkoba hingga perdagangan manusia selalu dapat digagalkan oleh TNI AL. Ini menunjukkan keseriusan bidang intelijen TNI AL dalam menghalau segala potensi ancaman yang akan masuk.
Sementara itu, RTN menyebutkan bahwa kekuatan besar, kekuatan regional yang dimiliki oleh negara-negara ASEAN perlu bekerja sama untuk saling berbagi informasi hingga latihan dan operasi bersama agar dapat melawan tantangan maritim di kawasan Indo-Pasifik dan Asia Tenggara.
Dari kegiatan ini, antara TNI AL dan RTN nantinya akan melaksanakan kesepakatan bersama melalui Notes of Discussion yang menjadi dasar perjanjian kerja sama di masa depan terkait Sharing Information of Maritime Security.
Baca Lainnya :
- Indonesia dan China Kerja Sama Maritim, Bukan Berarti Mengakui Nine Dash Lines0
- Menteri Negara Vanuatu Kunjungi Satgas Port Visit 2024, Kagum dan Terimakasih0
- Perkuat Kemitraan Strategis, Kasal Dampingi Presiden RI Kunjungan Kenegaraan ke Tiongkok0
- Bakti Kesehatan di Kapal Perang KRI WSH-991 Disambut Antusias Warga Vanuatu0
- Jelajahi Samudra Pasifik, Satgas Port Visit 2024 Disambut Hangat di Vanuatu0
Sebelum pelaksanaan kegiatan 7Th IEC 2024, di tempat yang sama Asintel Kasal juga melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Vice Admiral Veerudome Muangchean selaku Deputy Chief of Staff of Intelligence.
Turut mendampingi Asintel Kasal di antaranya Kadispamsanal Laksma TNI Bambang Suseno Indro P, Paban IV Hublukersin Sintelal Kolonel Laut (P) Fajar Rusdianto, Pabandya Diplokersin Ban IV Hublukersin Sintelal Letkol Marinir Tantahara, Pabanda Protlugri Ban IV Hublukersin Sintelal Mayor Laut (KH) Rendi Afrian, dan SMIN Asintel Kasal Lettu Laut (KH) Pratama Santoso.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menekankan kepada seluruh prajuritnya agar dapat mewujudkan peran diplomasi di kancah internasional agar dapat menciptakan keamanan di laut teritorial Nusantara maupun internasional. (Riz/Oryza)











