- Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Monas-Dukuh Atas
- Pasukan Katak TNI AL dan US Navy Seal Team One Adu Kemampuan
- KRI Bung Hatta-370 Kirim Bantuan Logistik ke Lokasi Gempa NTT
- PELNI Buka Posko Logistik Bantuan Korban Gempa NTT Bebas Biaya Kirim, Ini Syaratnya
- Pray for NTT, TNI AL Kerahkan 3 KRI dan Helikopter
- Gempa di NTT, Prajurit TNI AL Evakuasi Ribuan Warga Mengungsi
- TNI AL dan Tim Gabungan Terjun di Lokasi Terdampak Gempa di Pelabuhan Say Maumere NTT
- BMKG: 235 Kali Aktivitas Gempa Susulan di NTT
- Terminal Kijing PTP Nonpetikemas Bukukan Total Throughput 3,27 juta ton, Tumbuh 88,25%
- IPC TPK Salurkan Gerobak Sampah, Perkuat Kebersihan Palembang
Kepala Staf TNI Angkatan Laut ( KSAL) Laksama TNI Yudo Margono Sebut Perang Rusia dan Ukraina tidak
Kepala Staf TNI Angkatan Laut ( KSAL) Laksama TNI Yudo Margono Sebut Perang Rusia dan Ukraina tidak Berpengaruh pada Alutsista TNI AL
Indonesiamaritimenrws.com
(IMN),Jakarta: Kepala Staf TNI Angkatan Laut ( KSAL) Laksama TNI Yudo Margono
menyebut perang Rusia dan Ukraina tidak berpengaruh pada alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL. Indonesia tak hanya menggunakan senjata buatan Rusia saja, namun juga dari negara lainnya.
"Alutsista kita memang banyak asalnya. Ada yang dari buatan Belanda, Rusia. Kemudian kemarin 39 kapal itu dari Jerman termasuk. Persenjataan kita juga banyak dari luar," katanya kepada wartawan di Mabes TNI AL, Rabu (3/2/2022).
Namun untuk suku cadangnya, kata dia, TNI AL sampai sekarang belum tahu karena yang mengatur Kementerian Pertahanan.
Baca Lainnya :
- Angelina Sondakh: Terima Kasih Allah Sudah Menampar Saya... 0
- Bebas dari Penjara, Angelina Sondakh Nangis Minta Maaf Kepada Seluruh Rakyat0
- Bebas dari Penjara, Angelina Sondakh Nangis Minta Maaf Kepada Seluruh Rakyat0
- 10 Tahun Penantian Angelina Sondakh, Akhirnya Bebas dari Lapas 0
- Harga Patokan Ekspor Produk Pertambangan Maret 2022, Sebagian Komoditas Naik0
"Secara operasional tetap kita gunakan. Kita tidak terpengaruh Rusia mau perang sama negara manapun. Alat itu kan istilahnya sudah kita beli dan sudah menjadi hak kita," kata Yudo.
"Kita nggak pengaruh Rusia mau perang sama mana pun. Bahwa alat itu kan istilahnya sudah kita beli dan sudah menjadi hak kita. Ke depan bagaimana untuk spare part, mungkin ada kena embargo atau tidak, tentunya harus kita antisipasi," terang Yudo.
Tentang pembahasan geopolitik, Yudo mengatakan akan membahas hal itu hanya di lingkup internalnya. Dia menyebut, untuk ke depan, pihaknya akan mewaspadai perkembangan lingkungan strategis. Khususnya dengan adanya peristiwa seperti ini, " Ke depan bagaimana, ini tentunya akan menjadi pembahasan kita yang tidak bisa kita sampaikan secara terbuka,"jelas Yudo. ( Arry/Oriz)











