- 31.255 Benih Lobster Mau Diselundupkan dari Lampung ke Vietnam, Digagalkan KKP
- ASDP Gandeng Pemprov Aceh Buka Lintasan Jakarta-Malahayati, Perkuat Jalur Logistik Wilayah Barat
- PELNI Angkut 825 Ekor Sapi dari Kupang ke Jakarta, Sambut Iduladha 2026
- Tanduk Rusa, Senapan Angin dan Aneka Sajam Diselundupkan Penumpang Kapal, Disita Prajurit TNI AL di Pelabuhan Ambon
- UKW Angkatan ke-65, Wali Kota Jakpus dan Ketua PWI Jaya Tekankan Pentingnya Kompetensi Wartawan
- Pos TNI AL Muara Kubu dan Masyarakat Patroli Bersama, Awasi Sumber Daya Kelautan
- 9 WNI Korban Kekejaman Israel Tiba di Jakarta, Menlu Sugiono: Terimakasih Pemerintah Turki, Yordan dan Mesir
- Bikin Gemes, Murid-murid TK Hang Tuah Sorong Berseragam Kelasi Tinjau Kapal Perang KRI Bawal-875
- Surabaya Kota Pilihan Rangkaian Nasional Indonesia Coffee Expo 2026, Pengunjung Disuguhi Pengalaman Interaktif
- Kemenhub-Pemprov Papua Kembangkan Pelabuhan Korido, Perkuat Konektivitas 3TP dan Kedaulatan Maritim
Setelah Merger Pelindo, Erick Thohir Bakal Rampingkan BUMN Karya

Keterangan Gambar : Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: instagram
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bakal menggabungkan BUMN Karya. Perusahaan plat merah itu dirampingkan dari sembilan perusahaan menjadi empat.
Perampingan tersebuat akan membuat setiap BUMN Karya bisa fokus pada bidang tertentu karena tidak semua proyek dikerjakan.
Erick mengatakan, konsolidasi BUMN Karya sudah ada dalam buku biru yang dibuat dengan melibatkan Boston Consulting Group.
Baca Lainnya :
- Operasi Komodo 2023 Amankan KTT ASEAN, Kabaharkam: 8 Satgas Diturunkan 0
- Pelindo Sukseskan KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo, Layani Pengiriman 200 Mobil Listrik 0
- Indonesia Tembus Rp 803 M Transaksi Seafood Expo Global di Barcelona0
- Menhub Apresiasi Masyarakat, Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2023 Ditutup 0
- Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali: Renungi Makna Takwa dan Kembali ke Fitrahnya0
"Kita tetap melakukan konsolidasi sesuai dengan buku biru dua tahun yang lalu, itu dibangun Boston Consulting Group. Kita sudah review, sebaiknya karya-karya ini dari sembilan jadi empat. Jadi ada expertise (keahlian) masing-masing, tidak semua palugada, ada bukunya," ungkap Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/5/2023).
Erick memastikan konsolidasi BUMN Karya tidak menghambat proyek pembangunan yang sedang dikerjakan. Oleh sebab itu, mekanisme konsolidasinya akan dalam dua bentuk, yakni merger dan sistem kepemilikan. Karena jangan sampai kontraproduktif merger konsolidasi berdampak menghambat perkembangan usahanya."Jadi kita mesti hati-hati," sambung Erick.
Perusahaan BUMN Karya yang akan dilakukan konsolidasi yaitu: PT Hutama Karya (Persero) akan digabungkan dengan PT Waskita Karya (Persero). Lalu, PT PP (Persero) digabungkan dengan PT Wijaya Karya (Persero) atau Wika.
Perusahaan lainnya yang berada di bawah PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan PT Danareksa (Persero) akan dikonsolidasikan dengan mekanisme merger. Namun, rencana konsolidasi BUMN Karya tersebut masih dalam pembahasan. Sebab arus kas (cashflow) masing-masing perusahaan harus dipastikan cukup baik dan tidak saling memberatkan ketika peroses konsolidasi dilakukan.
Catatan indonesiamaritimenews.com sebelumnya, Erick mengambil keputusan melakukan merger terhadap 4 BUMN Pelabuhan menjadi satu, yakni PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo pada 1 Oktober 2021. Hasil evaluasi, dua tahun pasca-merger Pelindo mencapai kinerja positif.
Beberapa waktu lalu Erick mengatakan, merger terbukti mempermudah koordinasi pengelolaan pelabuhan di seluruh Indonesia. Kata Erick, merger Pelindo membawa BUMN ini ke peringkat delapan operator terminal petikemas terbesar dunia.
“Dampaknya, kontribusi terhadap negara melalui dividen, PNBP, konsesi, dan pajak penghasilan, juga meningkat signifikan," tukas Erick.
Data yang dirangkum indonesiamaritimenews.com tahun lalu Pelindo meraih nilai konsesi sebesar Rp473 miliar. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yaitu Rp360 miliar. Kemudian, PNBP sedikit tumbuh menjadi Rp173 miliar dari 2021 yakni sekitar Rp157 miliar. Dividen Pelindo juga melesat signifikan dari Rp560 miliar menjadi Rp1,317 triliun. (Arry/Oryza)











