- Kemenhub Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas Patroli Kapal Negara
- Safety Training PELNI di Kapal Penumpang, Siap Hadapi Kondisi Darurat
- Penyelundupan 3 Ton Sianida Senilai Rp2,2 Miliar Asal Filipina Digagalkan TNI AL di Perairan Gorontalo
- 1.048 Ton Udang Impor Disita KKP, Diduga Langgar Aturan
- Dua Hari Hilang Saat Cari Kepiting, ABK KMN Rahmad Safaat Ditemukan Lemas di Pesisir Sungai
- Cegah IUU Fishing, KKP Dorong Perlindungan Awak Kapal Perikanan
- Upaya Penyelundupan Benih Bening Lobster Rp1,6 M di Bandara Juanda Digagalkan
- Navy Fair 2026 di Monas: Kopaska, Marinir hingga Dapur Lapangan Makan Gratis Dipadati Pengunjung
- Komisi V DPR RI Cek Kualitas Pelayanan dan Keamanan Pelabuhan Makassar
- Kasal Tinjau Kegiatan Kemaritiman di Tanjung Pinang, Marathon Layar Kasal Cup 2026 hingga Surya Bhaskara Jaya
Safety Training PELNI di Kapal Penumpang, Siap Hadapi Kondisi Darurat

Keterangan Gambar : PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) bersama Kementerian Perhubungan melaksanakan Workshop Safety Training di atas KM Bukit Raya pada rute Jakarta–Kijang. Foto: PELNI
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) bersama Kementerian Perhubungan melaksanakan Workshop Safety Training di atas KM Bukit Raya pada rute Jakarta–Kijang.
Kegiatan ini digelar pada tanggal 16–18 September 2026 dengan tema “Kesiapan Awak Kapal dalam Menghadapi Situasi Darurat”. Kegiatan ini merupakan rangkaian pelatihan keselamatan sebagai upaya PELNI memperkuat kompetensi dan kesiapan awak kapal dalam menghadapi berbagai kondisi darurat selama pelayaran.
Sepanjang 2026, PELNI menargetkan pelaksanaan safety training pada 14 kapal penumpang. Hingga September 2026, sebanyak 9 kapal telah melaksanakan pelatihan keselamatan, dan ditargetkan selesai sebelum periode Natal dan Tahun Baru di mulai.
Baca Lainnya :
- Cegah IUU Fishing, KKP Dorong Perlindungan Awak Kapal Perikanan0
- Ikan Bersertifikat KKP Dorong Peningkatan Ekspor ke Negara Tetangga0
- Workshop Safety Training PT PELNI, Kemenhub Bekali Keselamatan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat0
- Dirjen Perhubungan Laut Dicopot, Kemenhub: Tidak Terkait Kecelakaan Kapal 0
- 129 Penumpang KMP Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Tenaga Ahli dari AS dan Hongkong Bakal Didatangkan0
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda mengatakan pelaksanaan safety training dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan awak kapal memiliki pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat selama pelayaran.
“Keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari operasional PELNI. Karena itu, kami terus memastikan awak kapal mendapatkan pelatihan yang dilakukan secara berkala, sehingga kesiapan menghadapi kondisi darurat dapat terus terjaga,” ujar Ditto, Selasa (22/9/2026).
Program safety training PELNI dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Pada 2025, safety training telah dilaksanakan pada 20 kapal penumpang. Program tersebut kembali dilanjutkan pada 2026 dengan target 14 kapal penumpang, sebelum diteruskan pada 2027 untuk sisa armada yang belum mendapatkan pelatihan.
Pada 2027, pelaksanaan safety training akan dilanjutkan pada 12 kapal penumpang dan 9 kapal barang. Dengan pelaksanaan secara bertahap tersebut, PELNI memastikan program pelatihan keselamatan dapat menjangkau armada secara menyeluruh.
Sertifikasi Keselamatan
Selain safety training, seluruh awak kapal dari berbagai jenjang jabatan juga sudah memiliki sertifikasi keselamatan yang menjadi bagian dari kompetensi dasar dalam menjalankan tugas di atas kapal. Sertifikasi tersebut meliputi Basic Safety Training (BST) sebagai pelatihan dasar keselamatan dan penanganan keadaan darurat di kapal, Advanced Fire Fighting (AFF) untuk penanganan dan pemadaman kebakaran di kapal.
Selain itu adapula Survival Craft and Rescue Boat (SCRB) untuk pengoperasian sekoci dan rescue boat, Medical First Aid (MFA) untuk penanganan dan pertolongan medis pertama di atas kapal serta Security Awareness Training (SAT) untuk meningkatkan kesadaran awak kapal terhadap berbagai ancaman di kapal dan tindakan yang perlu dilakukan untuk menjaga keamanan kapal.
Pelaksanaan safety training juga melibatkan pembekalan dan praktik terkait kesiapan awak kapal dalam menghadapi situasi darurat. PELNI bersama Kementerian Perhubungan juga sudah melaksanakan Workshop Safety Training di atas KM Bukit Raya pada rute Jakarta–Kijang tanggal 16–18 September 2026 dengan tema “Kesiapan Awak Kapal dalam Menghadapi Situasi Darurat”.
Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkuat pemahaman awak kapal terhadap tugas dan tanggung jawab dalam kondisi darurat serta meningkatkan koordinasi antara nakhoda, perwira dan seluruh awak kapal.
Ditto menambahkan pelatihan keselamatan tidak hanya dilakukan melalui pembekalan materi, tetapi juga diarahkan pada praktik dan simulasi agar awak kapal dapat memahami penerapan prosedur keselamatan secara langsung.
“Kami ingin memastikan setiap awak kapal dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya, mampu berkoordinasi dengan baik, serta siap menerapkan prosedur keselamatan ketika menghadapi kondisi darurat,” tambah Ditto.
Melalui pelaksanaan safety training secara berkelanjutan hingga 2027, PELNI berkomitmen menjaga kesiapan sumber daya manusia sekaligus memperkuat budaya keselamatan di seluruh armada perusahaan.
Sebagai catatan, PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini mengoperasikan 84 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 9 kapal tol laut, serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. (Riz/Oryza)











