- Lampung Dipilih Jadi Pangkalan Kapal Induk KRI Sriwijaya-100, Kasal Ungkap Alasannya
- Kinerja 2025 Tumbuh, Pelindo Naik Tiga Peringkat di Fortune Indonesia 100
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Dirjen Perhubungan Laut Dicopot, Kemenhub: Tidak Terkait Kecelakaan Kapal
- Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Sandar di Tanjung Priok, Menhan Tinjau Keunggulan Operasional
- Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 5 Digelar 17–23 September
- Open Tournament Bulutangkis Piala Panglima TNI 2026, TNI AL Sabet Medali
- 129 Penumpang KMP Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Tenaga Ahli dari AS dan Hongkong Bakal Didatangkan
- Wamenaker Tekankan Kompetensi SDM dalam Pengelolaan Risiko Microbanking
Pertemuan Bilateral dengan Pejabat Maritim Korea, Ini yang Dibahas Dirjen Hubla Kemenhub

Keterangan Gambar : Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan pertemuan bilateral dengan Republic of Korea, di IMO Headquarter, London. Kedua negara membahas kerja sama bidang maritim. Foto: Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN), LONDON: Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan pertemuan bilateral dengan Republic of Korea, Kamis (30/11/2023) di IMO Headquarter, London. Kedua negara membahas kerja sama bidang maritim.
Dalam event tersebut Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi bertemu dengan Director General of Maritime Affairs and Safety Policy Bureau (dirjen maritim dan keselamatan), Ministry of Oceans and Fisheries Jong-uk Hong.
Baca Lainnya :
- Gerbang Utama Transportasi Laut, Alur Masuk Pelabuhan Molawe Segera Ditetapkan0
- Tangani Kecelakaan Laut Penanganan Bangkai Kapal, Ini yang Dilakukan KPLP0
- Mindset Navigasi Keselamatan Pelayaran Harus Diubah0
- Libur Nataru 2023-2024, KPLP Pastikan Kesiapan Armada Transportasi Laut di Tanjung Uban0
- Kapal LCT Marina Bay Terbakar di Perairan Mandolang Sulut, Dievakuasi Kemenhub0
Antoni menyampaikan Indonesia dan Korea berpotensi bekerjasama dalam bidang kemaritiman. Kerja sama dimaksud terkait dengan Port State Control (PSC), Maritime Autonomous Surface Ships (MASS), Aids to Navigation (AToN), Coast Guard dan Kepelautan.
“Pihak dari Republic of Korea menyambut baik potensi kerjasama yang ada, hal tersebut dapat meningkatkan sektor kemaritiman di kedua negara,” ucap Antoni dalam keterangan tertulis, Kamis (30/11/2023).
Antoni mengatakan Indonesia mengoptimalkan pengembangan pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dari kapal. Selain itu, Indonesia juga berkomitmen menyukseskan dan mengimplementasikan IMO Green House Gas Strategy yang akan diadopsi pada sesi Sidang Majelis IMO ke 33.
Lebih lanjut ia mengatakan Indonesia dan Republic of Korea akan saling mendukung untuk pencalonan masing-masing negara sebagai Anggota Dewan IMO. Dukungan tersebut dibutuhkan Indonesia agar tujuan menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C Tahun 2024-2025 dapat tercapai.
“Indonesia dan Republic of Korea sudah menyatakan komitmennya untuk saling mendukung dalam pencalonan Anggota Dewan IMO, dukungan tersebut sangat berarti untuk dapat terpilihnya kembali Indonesia menjadi Anggota Dewan IMO,” ujar Antoni.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Hendri Ginting, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Hartanto dan Kepala Sub Direktorat Perencana Teknis Direktorat Kenavigasian Nanditya Darma Wardhana. (Arry/Oryza)
Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan pertemuan bilateral dengan Republic of Korea, di IMO Headquarter, London. Kedua negara membahas kerja sama bidang maritim. Foto: Kemenhub











