- Budi Daya Lobster di Lombok Timur, KKP Dorong Kemajuan Ekosistem
- Presiden Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia, dari Kapal Laut hingga Pesawat
- 4 Kapal Perang TNI AL dan US Navy Dikerahkan di Perairan Jawa, Ada Apa ?
- KKP - ISI Yogyakarta Kembangkan Harta Karun BMKT untuk Ilmu Pengetahuan dan Seni
- Navy Brotherhood, Kapal Perang TNI AL dan Tentera Malaysia Jaga Selat Malaka
- Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi Pengguna Jasa
- Podcast PWI CHANNEL Resmi Diluncurkan, Wamen Komdigi Angga Raka Tampil Perdana
- Pos Binpotmar Pegatan-Tim Gabungan Selamatkan Kapten dan ABK TB Armada Jaya 11
- Direksi PELNI Rayakan Harpelnas bersama Penumpang KM Tidar di Pelayaran Baubau ke Maumere
- Kapal TB Armada Jaya 11 Bawa 7 ABK Tenggelam di Perairan Katingan Kalteng
Penyelundupan Pekerja Migran dan Satwa Langka Digagalkan KRI Karotang-872 di Selat Malaka

Keterangan Gambar : Prajurit KRI Karotang-872 menggagalkan upaya penyelundupan 12 pekerja migran ilegal dan sejumlah satwa langka di Perairan Selat Malaka. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Upaya penyelundupan 10 Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural, 2 WNA Bangladesh, dan satwa yang dilindungi digagalkan prajurit KRI Karotang-872 di Perairan Selat Malaka.
Penangkpan bermula saat KRI Karotang-872 yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Fa'iq Mumtaz Muhammad, melaksanakan patroli di sekitar Perairan Selat Malaka, Minggu (2/3/2025). Tak berselang lama, melintas sebuah kapal yang mencurigakan.
Baca Lainnya :
- Jakarta dan Bekasi Banjir Bandang, Prajurit Petarung TNI AL Bopong Bayi, Evakuasi Warga dari Atap Ru0
- Tersedia Ikan 1,06 Juta Ton, KKP Siapkan Strategi Amankan Ikan Ramadan & Lebaran0
- Dongkrak Kinerja Operasional, Tekan Port Stay, Ini Strategi PTP Nonpetikemas Tangani CPO0
- Mudik Lebaran 2025 PELNI Beri Kemudahan Tanpa Antre, Buruan Check In Digital..0
- Gelar Program Youth Digipreneur, Terminal Teluk Lamong Cetak Pengusaha Muda0
Prajurit Karorang-872 kemudian menghentikan kapal tersebut dan melakukan pemeriksaan. Kapal tersebut ternyata membawa 10 Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural, 2 WNA Bangladesh.
Selain membawa pekerja migran, kapal tersebut juga membawa beberapa satwa yang dilindungi antara lain 4 ekor musang putih, 3 ekor monyet, 12 ekor siamang dan 7 ekor kuskus. Hewan-hewan tersebut dibawa dari Tanjung Balai Asahan menuju ke Malaysia.
Selanjutnya kapal motor tanpa nama beserta PMI ilegal dan muatan dikawal menuju lalu diserahkan ke Lanal Tanjung Balai Asahan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Dalam berbagai kesempatan, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespon cepat informasi yang diterima, serta menindak segala bentuk tindak ilegal di wilayah Perairan Indonesia. (Bow/Oryza)











