- 31 Perwira TNI AL Naik Pangkat, 25 Pecah Bintang, Ini Daftarnya
- 124 Hari Pelayaran Misi Muhibah Duta Bangsa, KRI Bima Suci Kembali ke Tanah Air
- KKP dan Pemprov Kepri Perkuat Sinergi Tata Kelola Ruang Laut
- Modernisasi Alat, Berdaya Saing Global, IPC TPK Panjang Resmi Operasikan Alat Baru
- Marinir TNI AL dan Tentara Amerika Pimpin Serbuan di Hawaii, Rebut Kembali Kadar Village
- Kasal Buka PORAL 2026, Jaring Bibit Atlet TNI AL dan Perkuat Sportivitas
- Tiga Pejabat Kabinet Diusir Mahasiswa UGM
- Pekan Olahraga Angkatan Laut 2026, Seskoal Tuan Rumah Cabor Bola Voli
- Burung Langka di Papua Nyaris Diselundupkan, Ketahuan Tim Gabungan TNI AL di KM Gunung Dempo
- KRI Beladau-643 Sukses Kawal Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Tapal Batas Kepri
Pelindo Siap Bangun Pelabuhan Batang Layani Kapal Tongkang & General Cargo Bobot 7000 DWT

Keterangan Gambar : Kantor Pelindo.Foto: Humas Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Pelindo menyambut baik penugasan Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melaksanakan pembangunan pelabuhan di 12Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Operasional KITB sudah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat, 26 Juli 2024.
"Insya Allah tahun mendatang Pelindo bersama Kementerian Perhubungan bisa membuat pelabuhan yang sesuai dengan kebutuhan kawasan itu," ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.
Pembangunan pelabuhan di KITB ini sejalan dengan program Pelindo dalam mengintegrasikan antara pelabuhan dengan kawasan industri. Dengan akses langsung yang terhubung dengan pelabuhan, KITB ini memiliki peluang besar untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok serta mempercepat proses pengiriman barang yang akan menjadi daya tarik bagi para investor.
Group Head Sekretariat Perusahaan, Ardhy Wahyu Basuki mengatakan pekerjaan pembangunan fisik sudah dimulai sejak Juni 2024 dan direncanakan akan selesai pada Maret 2025. Panjang dermaga pada tahap awal sepanjang 150 meter dengan kedalaman -5 meter LWS.
"Pelabuhan Batang ini diproyeksikan mampu melayani kapal jenis tongkang dan general cargo dengan bobot 6.000-7.000 DWT dan panjang kapal maksimal 135 meter. Volume cargo setiap kunjungan berada pada kisaran 6.500-7.000 ton," ujar Ardhy.
Hal ini disambut baik oleh para pengusaha pelayaran yang mendukung dibangunnya Pelabuhan Batang untuk menunjang lalu lintas barang dan kapal di kawasan tersebut.
"Penugasan dari Pemerintah kepada Pelindo dalam membangun pelabuhan di KITB adalah keputusan tepat. Pelindo sudah memiliki kapasitas & kapabilitas untuk memenuhi harapan Pemerintah dalam rangka menghadirkan konektivitas laut bagi industri di KITB," ungkap Ketua DPC INSA Semarang, Hari Ratmoko.
Pelindo menawarkan layanan antara lain pelayanan kapal, bongkar muat dan penumpukan barang serta jasa kepelabuhanan terkait lainnya. Pengguna potensialnya adalah perusahaan yang menjadi tenant di KITB di antaranya adalah perusahaan sepatu, perusahaan kaca, perusahaan pipa plastik, hingga perusahaan gas industri.
"Kami siap menjalankan penugasan dari Pemerintah dalam membangun pelabuhan di kawasan tersebut. Kami optimis pelabuhan ini nantinya dapat menciptakan hubungan yang lebih erat antara kegiatan pelabuhan dan industri di sekitarnya," tutup Ardhy.(Arry/Oryza)











