Olahan Gurita Bengkulu Punya Potensi Nilai Ekonomi, KKP Tingkatkan Skill Pengrajin

By Indonesia Maritime News 16 Agu 2023, 14:56:12 WIB Ekonomi
Olahan Gurita Bengkulu Punya Potensi Nilai Ekonomi, KKP Tingkatkan Skill Pengrajin

Keterangan Gambar : Pengusaha kecil di Bengkulu dilatih mengolah gurita menjadi makanan bernilai ekonomi. Foto: KKP



Indonesiamaritimenews.com (IMN), BENGKULU: Provinsi Bengkulu memiliki potensi ekonomi dari olahan berbagai makanan hasil laut, salah satunya adalah gurita. Namun olahan makanan laut ini harus terus ditingkatkan agar memiliki nilai tambah.

Kementerian Kelautan dan Perikanan meningkatkan kemampuan para pengolah gurita di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu agar produk yang dihasilkan lebih beragam dan berdaya saing tinggi di pasar.

Baca Lainnya :

Selama ini mereka masih mengolah hewan tentakel tersebut dengan cara sederhana, dan produk olahan yang dihasilkan pun terbatas jenisnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta dalam siaran resmi KKP menyebutkan pihaknya menyelenggarakan diversifikasi usaha

"Untuk memperkaya dan meningkatkan nilai produk olahan komoditas gurita, kami menyelenggarakan pelatihan diversifikasi produk olahan gurita bagi kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan (poklahsar) di Desa Linau di Kecamatan Maje," ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta dalam siaran resmi KKP dikutip Kamis (16/8/2023).

DILATIH MENGOLAH GURITA

Pelatihan berlangsung selama lima hari diikuti empat Poklahsar Desa Linau, yakni Kuritos, Ke’ite Maju, Koperasi TMB, dan Sukses Bersama. Para peserta diedukasi mengenai pentingnya sanitasi, hygiene perikanan, hingga penanganan ikan segar.

Mereka kemudian dilatih mengolah gurita menjadi bakso, sambal, dimsum, serta nugget gurita. Selanjutnya pelatihan cara pengemasan produk yang baik dan benar.

Pelatihan ini, sambung Nyoman, bagian dari program Smart Fisheries Village (SFV) yang menjadi andalan BPPSDM-KP untuk meningkatkan produktivitas masyarakat kelautan dan perikanan. Sebelumnya, BPPSDM telah menetapkan Desa Linau dalam program SFV tersebut.

“Dengan ditetapkannya Desa Linau sebagai Desa SFV dengan komoditas gurita diharap mendapat perhatian seluruh pihak, baik itu stakeholder hingga akademisi, demi mendukung keberlanjutan pengelolaan gurita tersebut. Kami pun berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur yang mendukung penuh program SFV,” ucap Nyoman.

Setelah pelatihan ini,  olahan gurita dari Desa Linau diharapkan menjadi lebih dikenal dan produknya pun beragam. Selama ini pemanfaatan gurita masih konvensional yakni dengan penjemuran menggunakan sinar matahari. Sementara olahan produk gurita baru berupa kerupuk, sate dan rendang saja.

Pengelolaan dan pengembangan SFV Desa Linau diakuinya tak terlepas dari kontribusi penyuluh perikanan. Dengan ulet, kegigihan dan pendampingan intens dari Penyuluh Perikanan Satminkal BRPPUPP, diharap dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta dan mewujudkan masyarakat Kaur yang mandiri.

Kepala Desa Linau, Ispi Yulidarmin berterima kasih sekaligus mengapresiasi penetapan desa SFV dan pelatihan yang digelar KKP. Dia berharap dengan adanya intervesi KKP melalui program SFV dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kaur.

Sebagai informasi, pelatihan pengolahan gurita yang berlangsung akhir Juli lalu itu, merupakan kolaborasi Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Palembang, Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Medan, serta Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP) Jakarta, yang semuanya merupakan unit pelaksana teknis BPPSDM KP.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BRPPUPP Palembang, Rezki Antoni; Ketua BPD yakni Reka Juwita; Kabid PDS Dinas Perikanan Kaur, Sulaiman, serta Babinsa Linau, Fahrorrazi. (Riz/Oryza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook