- Arus Logistik Jelang Lebaran 2026 Melonjak, Ini Strategi Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
- Kemenhub Kerahkan 841 Kapal Angkutan Lebaran 2026, Kapasitas 3,2 Penumpang
- Sindikat Penyelundup Sisik Trenggiling Senilai Rp180 Miliar di Pelabuhan Tanjung Priok Dibongkar Pet
- Pelindo Regional 2 Pelabuhan Ciwandan Uji Sandar Kapal, Persiapan Hadapi Mudik Lebaran 2026
- Mudik Gratis IPC TPK Bersama Pelindo Group Aman dan Nyaman
- Semangat Ramadhan IPC TPK Bagi 1600 Takjil di Pelabuhan
- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
LRT Velodrome Rawamangun-Manggarai Mulai Dibangun, Beroperasi 2026

Keterangan Gambar : Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghadiri groundbreaking pembangunan LRT fase 1B rute Velodrome Rawamangun-Manggarai. Foto: Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Pembangunan LRT Fase 1B rute Velodrome Rawamangun – Manggarai resmi dimulai, ditandai dengan groundbreaking pada Senin (30/10/2023). Ditargetkan LRT ini dioperasikan pada 2026.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menghadiri groundbreaking di Stasiun Velodrome, Jakarta.
Baca Lainnya :
- Angkutan Ternak Faktor Pendukung Wujudkan Swasembada Daging0
- Kurangi Polusi Udara, Ditjen Hubla Gelar Uji Emisi Kendaraan Dinas0
- Alur Pelayaran Pelabuhan Teluk Bayur dan Muara Padang Segera Ditetapkan0
- Tahun Transformasi BUMN, Pelindo Solusi Logistik Genjot Terobosan Baru untuk Indonesia Maju0
- Latihan National Marpolex 2023, Komitmen Indonesia Lindungi Lingkungan Maritim0
Menhub mengapresiasi inisiatif dan perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus konsisten mengembangkan transportasi massal perkotaan.
“Inisiatif dan anggaran pembangunan LRT ini berasal dari Pemprov DKI. Ini menjadi contoh yang baik bagi Pemda lainnya dalam mengembangkan transportasi massal perkotaan di daerahnya masing-masing,” kata Budi Karya.
Ia mengungkapkan, untuk membangun transportasi massal membutuhkan perencanaan yang baik dan dilakukan secara bertahap. “Saya yakin pak Pj Gubernur DKI tidak akan menyia-nyiakan setahun jabatannya untuk menyelesaikan satu tahap pembangunan LRT Jakarta. Kalau tidak diselesaikan bertahap, sampai belasan tahun pun tidak akan dimulai-mulai pembangunannya,” sambung Budi Karya.
Ia berharap transportasi massal di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya semakin terintegrasi antara satu moda dengan moda lainnya, sehingga semakin meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi massal ketimbang kendaraan pribadi.
"Dengan semakin panjangnya rute LRT Jakarta, diharapkan penumpangnya semakin banyak. Saya sekali lagi mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi massal. Dengan begitu, dapat mengurangi kemacetan, mengurangi kerugian secara finansial, dan lingkungan menjadi lebih baik,” ujar Budi Karya.
DORONG MASYARAKAT
Sementara itu Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kemenhub dan Kemen PUPR sehingga pembangunan LRT Fase 1B bisa dimulai.
“Faktor kunci untuk mendorong masyarakat mau menggunakan transportasi publik adalah kemudahan dan kenyamanan. Untuk itu saya meminta agar pembangunan LRT fase 1B bisa diselesaikan sesuai dengan waktu yang ditetapkan," kata Heru.
LRT Jakarta Fase 1B memiliki rentang jalur sepanjang 6,4 Km yang memiliki 5 (lima) stasiun, yaitu: Stasiun Pemuda Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.
Sementara itu, LRT Fase 1A yang sudah beroperasi memiliki 6 (enam) stasiun, yaitu Stasiun Pegangsaan Dua, Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, serta Stasiun Velodrome.
Sehingga nantinya total panjang jalur dari Stasiun Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) sampai ke Stasiun Manggarai yaitu sepanjang 12,2 Km, dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 26 menit.
Ditargetkan, pembangunan jalur LRT dari Velodrome sampai Pramuka diselesaikan pada September 2024. Sedangkan, sampai ke Manggarai ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026. (Riz/Oryza).











