Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT
Bawa 30,19 Ton Paket Bantuan

By Indonesia Maritime News 23 Agu 2026, 05:51:07 WIB News
Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT

Keterangan Gambar : KRI dr. Soeharso-990, kapal rumah sakit milik TNI AL sandar di Kab. Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kapal ini selain membawa 30,19 bantuan, juga akan melayani kesehatan masyarakat. Foto: Dispenal


Indonesiamaritimenews.com (IMN), FLORES: KRI dr. Soeharso-990, kapal rumah sakit milik TNI AL sandar di Kab. Manggarai, NTT. Kapal ini selain membawa 30,19 bantuan, juga akan melayani kesehatan masyarakat.

KRI dr.Soeharso-990 tiba di

Pelabuhan Reo, Kedindi, Wangkung, Kec. Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8/2026). Kapal yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Ivan Halim ini menyalurkan bantuan kemanusiaan seberat 30,19 ton untuk masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dan TNI dalam mendukung penanganan dampak bencana serta memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Baca Lainnya :

Pengiriman bantuan melalui jalur laut juga menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau wilayah terdampak, khususnya daerah yang membutuhkan dukungan logistik dalam jumlah besar.

Kapal Rumah Sakit

Kedatangan KRI dr. Soeharso-990 bukan hanya mengangjut bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa. Lebih dari itu, kapal ini  berfungsi sebagai rumah sakit apung yang melayani perawatan kesehatan masyarakat.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D. menjelaskan pengerahan KRI dr. Soeharso merupakan langkah cepat pemerintah untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang fasilitas kesehatannya terdampak gempa.

Sebagai kapal bantu rumah sakit, KRI dr. Soeharso memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap. Di dalamnya terdapat ruang Instalasi Gawat Darurat, ruang Intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium, serta ruang perawatan.

Khusus untuk ruang perawatan disiapkan dua ruangan dengan masing-masing berisi 20 tempat tidur dan nantinya akan dipisahkan pasien berjenis kelamin perempuan dan laki-laki menempati satu ruang perawatan.

Kapal sepanjang 122 meter ini juga dilengkapi geladak yang dapat digunakan untuk pendaratan helikopter, sehingga mendukung proses evakuasi medis dari daerah terpencil

Selain fasilitas, KRI dr. Soeharso juga membawa tenaga medis gabungan dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan. Tim ini siap memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam kepada masyarakat.

Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, penanganan luka, tindakan operasi, hingga penanganan kasus kegawatdaruratan. Berton menegaskan, seluruh layanan diberikan secara gratis dan sesuai dengan prioritas medis. (Bow/oryza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook