- Asyiknya Mudik Lebaran ke Bangka Belitung Naik Kapal Perang TNI AL, Dijamu Buka Puasa dan Sahur
- Mudik Asyik, 4.000 Pemudik Ceria Pulkam Naik Bus Gratis dari Pelindo Terminal Petikemas
- Menhub Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Pastikan Kelancaran Angkutan Lebaran 2026
- Januari hingga Jelang Lebaran 2026, KKP Bukukan Ekspor Ikan Rp 16,7 T
- Catat, Pelindo Tetap Beroperasi Penuh Selama Masa Angkutan Lebaran 2026, Distribusi Logistik Normal
- KKP Stop Operasional UPI, Diduga Jadi Biang Pencemaran di Rembang
- Ramadhan Berkah, IPC TPK Gelar Karpet Baru di 8 Masjid Sekitar Tanjung Priok
- Lebaran 2026, IPC TPK Berangkatkan 500 Pemudik Tujuan Semarang
- Dorong Pertumbuhan Industri, Pelindo Tambah 4 Quay Container Crane di Terminal Peti Kemas Semarang
- Pelindo Group Berangkatkan 7.570 Peserta Mudik Gratis 2026, Dirut: Tradisi Satukan Bangsa
Kapal Perang Indonesia dan Filipina Patroli di Tapal Batas, Ada Apa?

Keterangan Gambar : Kapal Perang KRI Buntana-878 dan kapal perang Filipina BRP Artemio Ricarte PS37-PF berpatroli di perbatasan kedua negara. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kapal perang Republik Indonesia KRI Butana-878 dan kapal perang Filipina BRP Artemio Ricarte PS37-PF kembali berpatroli bersama di perairan perbatasan dua negara. Kegiatan Patroli Terkoordinasi Filipina-Indonesia (Patkor Philindo) XXXVIII-2024 digelar pada 14–23 November.
Patroli bersama ini dalam rangka meningkatkan keamanan wilayah perbatasan serta mempererat hubungan bilateral antar negara.
Baca Lainnya :
- Misi Diplomasi ke Pasific Selatan Selesai, Satgas Port Visit 2024 Kembali ke Indonesia0
- Kerahkan Kapal Perang, TNI AL Himpun Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki0
- Bantu Pengungsi Letusan Gunung Lewotobi, KKP Kirim 1,8 Ton Ikan, Makanan dan Pakaian 0
- Dipimpin Kasal, Athan Negara Sahabat Olahraga Menembak Eksekutif0
- TNI AL dan BPK RI Gelar Taklimat Pemeriksaan Rinci Tata Kelola Keuangan 20240
Kegiatan patroli terkoordinasi yang digelar rutin oleh TNI AL dan Angkatan Laut Filipina di wilayah perbatasan di Laut Sulawesi dan Laut Sulu ini, bertujuan untuk meminimalkan segala bentuk ancaman serta memperkuat interopabilitas hubungan kedua negara sekaligus memperkuat pengawasan di perbatasan.
Komandan KRI Butana-878, Mayor Laut (P) Mega Yudha Prabowo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan peran untuk saling berkontribusi dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan, sekaligus meningkatkan profesionalisme dan mengasah kemampuan para prajurit dalam menghadapi berbagai situasi dan ancaman.
Dalam kegiatan patrol ini, pesawat Angkatan Laut Filipina NV393 juga turut mendukung dengan mengawasi dan mengintai (MAS) sepanjang perbatasan laut RI-Filipina. Kemudian, kapal perang dari dua negara KRI Butana-878 dan BRP Artemio Recarte bertemu di titik yang ditentukan dan latihan bersama pada sela-sela kegiatan patroli.
Patkor Philindo XXXVIII-2024 yang berlangsung bulan ini merupakan patroli terkoordinasi ke-4 yang digelar TNI AL dan Angkatan Laut Filipina pada tahun ini. Patkor Philindo XXXVIII-2024 tahap ke-3 berlangsung pada 5–14 September, dan tahap ke-2 pada pekan terakhir Juni 2024.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memberikan penekanan agar setiap prajuritnya agar mampu menjalin sinergi dengan angkatan laut negara lain untuk menciptakan keamanan di kawasan. (Arry/Oryza)











