- Wamenaker Tekankan Kompetensi SDM dalam Pengelolaan Risiko Microbanking
- Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik
- Kembangkan PPN Kejawanan Bertaraf Internasional, KKP Targetkan Serap 8.000 Tenaga Kerja
- Operasi SAR Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan
- TNI AL Kerahkan Penyelam dan Robot Bawah Air, Pasang Buoy Pengaman Bangkai KMP Virgo Transport 8
- ITS Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat TNI AL Masuk Perairan Indonesia, Disambut Resmi Menhan
- Hari Perhubungan Nasional 2026, Menhub: Momentum Evaluasi Pelayanan kepada Masyarakat
- Lantik Pengurus PWI Kepri, Cak Munir Ingatkan Spirit DNA Wartawan Pejuang
- TEUs Bersinar KSO TPK Koja Perluas Akses Pendidikan 100 Pelajar
- Arus Petikemas Tumbuh 12,38 %, PT Terminal Teluk Lamong Bukukan Kinerja Positif hingga Agustus 2026
Jaga Keselamatan Pelayaran di Selat Malaka, Kemenhub dan MSC Japan Fondation Lakukan ini

Keterangan Gambar : Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kenavigasian, menggelar kegiatan perawatan Lampu Suar Pulau Putri Nongsa Batam.Foto: Humas Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN),BATAM: Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kenavigasian, menggelar kegiatan perawatan Lampu Suar Pulau Putri Nongsa Batam. Kegiatan ini dalam rangka ANF Joint Inspection Round Work 2023.
Hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen bersama dalam menjaga keselamatan dan efisiensi navigasi di Selat Malaka & Singapura.
Kasubdit Perambuan dan Perbengkelan Direktorat Kenavigasian, Yudhonur Setyaji mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan oleh tim Armada Kapal Negara Kenavigasian KN Jadayat milik Disnav Tanjung Pinang beserta tim dari Malacca Strait Council (MSC) Japan Foundation.
Baca Lainnya :
- Kemenhub-Pelindo Perkokoh Industri Kepelabuhanan, Kompetensi SDM Digenjot0
- Dongkrak Kinerja Logistik dan Iklim Investasi, ini Langkah Pelabuhan Lembar Terapkan NLE0
- JTCC Kembali Beri Potongan Hingga 45 Persen, ini Daftar Ruas Tol Tarif Diskon0
- Melancarkan Arus Barang dan Penumpang ke Raja Ampat, Kemenhub Benahi Alur Pelabuhan Pulau Gag 0
- Kijing Harapan Baru, Pelabuhan Pontianak Jadi Wisata Heritage0
"Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kinerja optimal dan pemeliharaan yang tepat terhadap Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) di selat Malaka & Singapura," ujar Yudho.
Joint Inspection Round Work merupakan kegiatan yang dilakukan setiap 6 bulan sekali oleh Armada KN. Jadayat dan tim lainnya, bekerja sama dengan Performance Auditor yang ditunjuk oleh komite ANF. Hasil dari Joint Inspection Round Work nantinya akan disampaikan kepada komite ANF untuk dievaluasi.
Aids to Navigation Fund (ANF) sendiri merupakan salah satu Komponen Cooperative Mechanism yang didirikan oleh tiga negara pantai, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
"Tujuan dari ANF adalah untuk menghimpun kontribusi dari User States dan Stakeholders dalam mengelola dan memelihara Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) di selat Malaka & Singapura," tambah Yudho.
ANF beroperasi berdasarkan Rules of Procedure dan Rules and Regulation yang diatur dan disetujui oleh Komite ANF sebagai badan tertinggi. Komite ANF terdiri dari wakil-wakil tiga negara pantai, User States, Stakeholder yang berkontribusi, serta IMO sebagai pengamat.
Komite ANF mengadakan pertemuan setiap 6 bulan di negara sekretariat untuk menerima laporan, membahas, dan memutuskan kebijakan mengenai issue-issue yang berkembang dalam pengelolaan ANF.
Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Direktur Kenavigasian Capt. Budi Mantoro menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berkomitmen untuk terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam kerangka ANF demi menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran di selat Malaka & Singapura.
Perawatan yang dilakukan oleh Armada KN. Jadayat dan kerja sama dengan tim MSC Japan Foundation serta tim dari Direktorat Kenavigasian merupakan langkah konkret dalam menjalankan tugas pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran.
"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, termasuk Armada KN. Jadayat, tim MSC Japan Foundation, dan tim dari Direktorat Kenavigasian," tutup Capt. Budi.(Arry/Oryza)











