- 3.350 Paket Sembako Pelindo Regional 2 Tanjung Priok untuk Pekerja & Masyarakat Sekitar Pelabuhan
- Jalin Kebersamaan Nuansa Ramadhan Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Stakeholder
- Arus Logistik Jelang Lebaran 2026 Melonjak, Ini Strategi Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
- Kemenhub Kerahkan 841 Kapal Angkutan Lebaran 2026, Kapasitas 3,2 Penumpang
- Sindikat Penyelundup Sisik Trenggiling Senilai Rp180 Miliar di Pelabuhan Tanjung Priok Dibongkar Pet
- Pelindo Regional 2 Pelabuhan Ciwandan Uji Sandar Kapal, Persiapan Hadapi Mudik Lebaran 2026
- Mudik Gratis IPC TPK Bersama Pelindo Group Aman dan Nyaman
- Semangat Ramadhan IPC TPK Bagi 1600 Takjil di Pelabuhan
- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
Jaga Keselamatan Pelayaran di Selat Malaka, Kemenhub dan MSC Japan Fondation Lakukan ini

Keterangan Gambar : Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kenavigasian, menggelar kegiatan perawatan Lampu Suar Pulau Putri Nongsa Batam.Foto: Humas Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN),BATAM: Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kenavigasian, menggelar kegiatan perawatan Lampu Suar Pulau Putri Nongsa Batam. Kegiatan ini dalam rangka ANF Joint Inspection Round Work 2023.
Hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen bersama dalam menjaga keselamatan dan efisiensi navigasi di Selat Malaka & Singapura.
Kasubdit Perambuan dan Perbengkelan Direktorat Kenavigasian, Yudhonur Setyaji mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan oleh tim Armada Kapal Negara Kenavigasian KN Jadayat milik Disnav Tanjung Pinang beserta tim dari Malacca Strait Council (MSC) Japan Foundation.
Baca Lainnya :
- Kemenhub-Pelindo Perkokoh Industri Kepelabuhanan, Kompetensi SDM Digenjot0
- Dongkrak Kinerja Logistik dan Iklim Investasi, ini Langkah Pelabuhan Lembar Terapkan NLE0
- JTCC Kembali Beri Potongan Hingga 45 Persen, ini Daftar Ruas Tol Tarif Diskon0
- Melancarkan Arus Barang dan Penumpang ke Raja Ampat, Kemenhub Benahi Alur Pelabuhan Pulau Gag 0
- Kijing Harapan Baru, Pelabuhan Pontianak Jadi Wisata Heritage0
"Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kinerja optimal dan pemeliharaan yang tepat terhadap Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) di selat Malaka & Singapura," ujar Yudho.
Joint Inspection Round Work merupakan kegiatan yang dilakukan setiap 6 bulan sekali oleh Armada KN. Jadayat dan tim lainnya, bekerja sama dengan Performance Auditor yang ditunjuk oleh komite ANF. Hasil dari Joint Inspection Round Work nantinya akan disampaikan kepada komite ANF untuk dievaluasi.
Aids to Navigation Fund (ANF) sendiri merupakan salah satu Komponen Cooperative Mechanism yang didirikan oleh tiga negara pantai, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
"Tujuan dari ANF adalah untuk menghimpun kontribusi dari User States dan Stakeholders dalam mengelola dan memelihara Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) di selat Malaka & Singapura," tambah Yudho.
ANF beroperasi berdasarkan Rules of Procedure dan Rules and Regulation yang diatur dan disetujui oleh Komite ANF sebagai badan tertinggi. Komite ANF terdiri dari wakil-wakil tiga negara pantai, User States, Stakeholder yang berkontribusi, serta IMO sebagai pengamat.
Komite ANF mengadakan pertemuan setiap 6 bulan di negara sekretariat untuk menerima laporan, membahas, dan memutuskan kebijakan mengenai issue-issue yang berkembang dalam pengelolaan ANF.
Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Direktur Kenavigasian Capt. Budi Mantoro menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berkomitmen untuk terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam kerangka ANF demi menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran di selat Malaka & Singapura.
Perawatan yang dilakukan oleh Armada KN. Jadayat dan kerja sama dengan tim MSC Japan Foundation serta tim dari Direktorat Kenavigasian merupakan langkah konkret dalam menjalankan tugas pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran.
"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, termasuk Armada KN. Jadayat, tim MSC Japan Foundation, dan tim dari Direktorat Kenavigasian," tutup Capt. Budi.(Arry/Oryza)











