- Lebaran 2026, IPC TPK Berangkatkan 500 Pemudik Tujuan Semarang
- Dorong Pertumbuhan Industri, Pelindo Tambah 4 Quay Container Crane di Terminal Peti Kemas Semarang
- Pelindo Group Berangkatkan 7.570 Peserta Mudik Gratis 2026, Dirut: Tradisi Satukan Bangsa
- Penyesuaian Sistem Gate Pass Pelayanan Terminal Peti Kemas Tanjung Priok Berjalan Normal
- Edan! H-7 Lebaran Merak-Bakauheni Ditempuh 5 Jam, Buka Puasa Cuma Minum Air
- Ini Langkah Pelindo Multi Terminal Perkuat Implementasi Safety Culture di Seluruh Terminal Nonpetikemas
- Pesantren Kilat di Kapal Perang TNI AL Selesai, Ratusan Pelajar Peroleh Ilmu Agama dan Perkuat Karakter
- Setahun Danantara Indonesia, Presiden Prabowo Tekankan Integritas dan Tata Kelola Jangka Panjang
- Mudik Nyaman Bersama PELNI, 1.230 Pemudik Naik Kapal Gratis Balikpapan-Surabaya
- PELNI Ajak Pejabat BP BUMN dan Kemenhub ke Tanjung Priok Pantau Langsung Arus Mudik Lebaran 2026
Indonesia-Inggris Kuatkan Kerja Sama Kelautan dan Perikanan

Keterangan Gambar : Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan pertemuan dengan Dubes Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono melakukan pertemuan dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey membahas soal karbon biru, budidaya, dan alat tangkap perikanan. Pertemuan tersebut menindaklanjuti hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo di London bulan lalu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyepakati untuk memperkuat dan merevitalisasi hubungan kedua negara. Salah satunya kerja sama di bidang kelautan dan perikanan. Di antaranya terkait ekonomi biru, konservasi, penguatan kapal penangkap ikan modern dan berkelanjutan, kapal perikanan budi daya serta kapal pengawas sumber daya kelautan dan perikanan.
Baca Lainnya :
- Seminar Nasional dan Rakernas Dewan Komisaris BPD Se-Indonesia, Ini yang Dibahas0
- Kunjungi Pelabuhan Balikpapan, Delegasi Misi Bisnis Spanyol Lirik Peluang Investasi0
- Go Internatinal, 40 Pengusaha UKM Ikuti House of Handicraft Indonesia di Tokyo 0
- Maritimepreneur, Dorong UMKM Kerupuk Ikan Payus Naik Kelas0
- Tanjung Priok Bikin Presiden Zanzibar Kesengsem, Kerja Sama Maritim dengan Pelindo0
Pertemuan yang berlangsung di Kantor KKP Jakarta pada Kamis (19/12/2024) membicarakan tentang tiga hal, soal karbon biru, budidaya, dan alat tangkap perikanan.
Pengelolaan kawasan konservasi penting dilakukan bersama karena berkaitan dengan penyerapan emisi karbon yang menjadi pemicu utama perubahan iklim. Melalui program Blue Planet Fund, Pemerintah Inggris mendukung pengelolaan kawasan konservasi dan sumber daya alam perikanan secara berkelanjutan di Indonesia.
Menteri Trenggono mengatakan dalam pertemuan itu juga membahas program-program strategis Presiden Prabowo yang dapat disokong oleh sektor kelautan dan perikanan. Meliputi program Makan Bergizi yang menyasar anak usia sekolah, serta ibu hamil dan menyusui, swasembada pangan, hingga pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Dominic Jermey menegaskan, penguatan kerja sama di bidang kelautan dan perikanan dapat mendukung pencapaian program-program tersebut.
“Kita bicara tetang bagaimana kita memperkuat kerja sama, dalam tiga area tersebut untuk mendukung visi Pak Presiden Prabowo. Bersama kita bisa,” kata Jermey.
Pertemuan ini menjadi pertemuan kedua dengan Duta Besar Dominic Jermey di Kantor KKP, setelah Sakti Wahyu Trenggono dilantik kembali menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan RI pada Oktober lalu. (Riz/Oryza)











