- KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang
- Throughput IPC Terminal Petikemas Tembus 3,6 Juta TEUs, Tumbuh 13,2%
- Buka Tahun 2026, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut KM Nusantara 3
- Arus Petikemas Naik 6% Teluk Lamong Bukukan 2,8 Juta TEUs Tahun 2025
- Pemprov Banten dan Panitia Matangkan Persiapan HPN 2026
- Dorong Restorasi Pesisir, TPS Bawa Harapan Baru bagi Petani Mangrove
- Jelang Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus
- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
- PELNI dan BPH Migas Pantau Pasokan BBM di Bitung, Nataru 2025/2026 Kebutuhan Meningkat
- KKP: Pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Serap 17.550 Tenaga Kerja
Dr. Kiyai. H. Fathul Bari Alvers: Tak Ada Larangan Minta Maaf Sebelum Ramadhan, Sama Membaca Alquran

Keterangan Gambar : Ilustrasi minta maaf.Foto: Ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Warga Sosmed ramai mengirimkan ucapan mohon maaf sebelum menjalankan Puasa Ramadhan. Warga Sosmed masih ada yang mempertanyakan Bagaimana hukumnya ? Jawabannya, Anda ikuti penjelasannya di bawah ini.
Dr. Kiyai. H. Fathul Bari Alvers Pengasuh Pondok Pesantren Wisata AN-NUR 2 Malang Jatim menjelaskan hal ini menjawab pertanyaan indonesiamaritimenews.com, seputar meminta maaf sebelum Ramadhan, Jumat, (1/4/22) dari Malang, Jatim.
Masalah minta maaf sebelum Ramadhan," Itu seperti tahlil," jelas Kiyai Fathul.
Baca Lainnya :
- Ini Dia Kota Tujuan Layanan Mudik Gratis dan Syaratnya0
- Mantap, Ada Mudik Gratis! 500 Bus dan Truk Disiapkan Kemenhub0
- Digelar Polda Metro Jaya Selama Ramadhan, Ini Dia Sentra Lokasi Vaksinasi Booster 0
- Tarawih Pertama Masjid Dipenuhi Jemaah, Rindu Suasana Ramadhan Terobati0
- Kapan Puasa? 0
Warga Sosmed banyak melakukannya meminta maaf kepada satu sama lain. Hal itu," Jadi pro dan kontra," tambah Kiyai Fathul.
Namun demikian menurut Kiyai yang menyediakan Ponpesnya sebagai Sarana Santri Berwisata Rohani dan Wisata Jasmani ini menjelaskan," Tidak ada larangan meminta maaf sebelum Ramadhan," kata Kiyai Fathul menggaris bawahi seraya menyinggung hadist yang beredar di Sosmed tentang minta maaf. terjemahannya digubah.
Seperti yang diberitakan indonesiamaritimenews.com sebelumnya baca "Sosmed Diramaikan Saling Minta Maaf Sebelum Ramadhab.Apa Hukumnya?"
Kiyai Fathul lebih lanjut mengatakan,"Minta maaf itu dilakukan kapan saja seperti baca quran.Mau sebelum puasa atau setelah puasa boleh.Tidak ada larangan," jelasnya.
"Jadi yang menjadi dalil adalah
Keumuman anjuran minta maaf dan tidak adanya larangan utk dilakukan pada waktu tertentu,"tungkas Kiyai yang menyemangati generasi muda agar masuk pondok pesantren dengan selogan: Ayo Mondok! Nggak Mondok Nggak Keren!
Kiyai Fathul Bari menjabarkan lebih jauh,mengutip hadist Rasullullah yang diriwayatkan oleh HR Bukhari,
"Barang siapa telah melakukan kezaliman kepada saudaranya, baik menyangkut harga diri/kehormatan atau harta, maka pada hari ini hendaklah ia meminta dibebaskan (dihalalkan) sebelum datang hari di mana tidak berguna lagi dinar dan dirham. Apabila (orang yang berbuat zalim itu) mempunyai amal kebaikan/kesalihan, maka kesalihannya akan diambil untuk saudaranya sebesar kezalimannya kepadanya. Dan apabila ia tidak mempunyai amal kebaikan, maka dosa amal buruk saudaranya itu akan ditimpakan kepadanya," jelas Kiyai mengakhiri penjelasannya.( Fat/ Oriz)











