- Aksi Sosial Lintas Benua, Satgas Port Visit 2026 Kerja Bakti Gotong Royong di Republik Fiji
- Satgas Terpadu Port Visit 226 Hadiri Hari Kemerdekaan Fiji
- Kunjungi SMA Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi, Ini 5 Bekal Menaker untuk Generasi Muda
- Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal Kemenhub, Perkuat Profesionalitas SDM
- Ini Kesepakatan Kemenhub dan Pelindo, Alur-Pelayaran Pulau Baai Tahap II, Keselamatan dan Kelancaran Logistik Jadi Prioritas
- Diplomasi Indonesia Berhasil, Kuota Tangkapan Tuna Sirip Biru Selatan Naik 25 Persen
- Ikan Lele dan Nila Hasil Budi Daya Tematik Diolah Jadi Produk Siap Masak
- Indonesia–Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Al-Azhar siap Sambut Ribuan Mahasiswa
- Pasar Meluas, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand
- Kemnaker Luncurkan Pelatihan Kerja di Sukabumi, Paket Vokasi 1.600 Calon Peserta
Dr. Kiyai. H. Fathul Bari Alvers: Tak Ada Larangan Minta Maaf Sebelum Ramadhan, Sama Membaca Alquran

Keterangan Gambar : Ilustrasi minta maaf.Foto: Ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Warga Sosmed ramai mengirimkan ucapan mohon maaf sebelum menjalankan Puasa Ramadhan. Warga Sosmed masih ada yang mempertanyakan Bagaimana hukumnya ? Jawabannya, Anda ikuti penjelasannya di bawah ini.
Dr. Kiyai. H. Fathul Bari Alvers Pengasuh Pondok Pesantren Wisata AN-NUR 2 Malang Jatim menjelaskan hal ini menjawab pertanyaan indonesiamaritimenews.com, seputar meminta maaf sebelum Ramadhan, Jumat, (1/4/22) dari Malang, Jatim.
Masalah minta maaf sebelum Ramadhan," Itu seperti tahlil," jelas Kiyai Fathul.
Baca Lainnya :
- Ini Dia Kota Tujuan Layanan Mudik Gratis dan Syaratnya0
- Mantap, Ada Mudik Gratis! 500 Bus dan Truk Disiapkan Kemenhub0
- Digelar Polda Metro Jaya Selama Ramadhan, Ini Dia Sentra Lokasi Vaksinasi Booster 0
- Tarawih Pertama Masjid Dipenuhi Jemaah, Rindu Suasana Ramadhan Terobati0
- Kapan Puasa? 0
Warga Sosmed banyak melakukannya meminta maaf kepada satu sama lain. Hal itu," Jadi pro dan kontra," tambah Kiyai Fathul.
Namun demikian menurut Kiyai yang menyediakan Ponpesnya sebagai Sarana Santri Berwisata Rohani dan Wisata Jasmani ini menjelaskan," Tidak ada larangan meminta maaf sebelum Ramadhan," kata Kiyai Fathul menggaris bawahi seraya menyinggung hadist yang beredar di Sosmed tentang minta maaf. terjemahannya digubah.
Seperti yang diberitakan indonesiamaritimenews.com sebelumnya baca "Sosmed Diramaikan Saling Minta Maaf Sebelum Ramadhab.Apa Hukumnya?"
Kiyai Fathul lebih lanjut mengatakan,"Minta maaf itu dilakukan kapan saja seperti baca quran.Mau sebelum puasa atau setelah puasa boleh.Tidak ada larangan," jelasnya.
"Jadi yang menjadi dalil adalah
Keumuman anjuran minta maaf dan tidak adanya larangan utk dilakukan pada waktu tertentu,"tungkas Kiyai yang menyemangati generasi muda agar masuk pondok pesantren dengan selogan: Ayo Mondok! Nggak Mondok Nggak Keren!
Kiyai Fathul Bari menjabarkan lebih jauh,mengutip hadist Rasullullah yang diriwayatkan oleh HR Bukhari,
"Barang siapa telah melakukan kezaliman kepada saudaranya, baik menyangkut harga diri/kehormatan atau harta, maka pada hari ini hendaklah ia meminta dibebaskan (dihalalkan) sebelum datang hari di mana tidak berguna lagi dinar dan dirham. Apabila (orang yang berbuat zalim itu) mempunyai amal kebaikan/kesalihan, maka kesalihannya akan diambil untuk saudaranya sebesar kezalimannya kepadanya. Dan apabila ia tidak mempunyai amal kebaikan, maka dosa amal buruk saudaranya itu akan ditimpakan kepadanya," jelas Kiyai mengakhiri penjelasannya.( Fat/ Oriz)











