- Lawan Illegal Fishing di Kepri, KKP Bangun 10 Kapal Pengawas Baru dan Dermaga
- Parade Surya Senja 2026 Perpaduan Kegagahan dan Kreativitas Seni, Tradisi Atraksi Taruna AAL
- IPC TPK Wujudkan Green Port, Fasilitasi Uji Emisi Gratis
- Gelar Program Generasi Melek Inklusi dan Literasi Keuangan, KKP Edukasi 30 Pelaku Usaha
- Terancam Punah, 21 Ekor Penyu Hijau Dilepasliarkan KKP ke Habitat Asli
- Pembekalan Capaja AAL, Kasal Tekankan Kuasai Teknologi dan Peperangan Multidomain
- RIMPAC 2026 di Hawaii, Dubes RI Kunjungi Prajurit Marinir TNI AL
- KKP Dukung Pengembangan Sektor Perikanan di Aceh Besar Pasca-Bencana Alam
- HUT ke- 13 IPC TPK Masyarakat Sekitar Pelabuhan Khitanan Massal Gratis
- Satgas ORRUDA 2026 Dilepas ke Rusia, Asah Kemampuan dengan Russian Navy
Dongkrak Wisata dan Ekonomi NTB, ASDP Perkuat Konektivitas Kayangan - Pototano, Segini Tarifnya

Keterangan Gambar : Dongkrak Wisata dan Ekonomi NTB, ASDP Perkuat Konektivitas Kayangan - Pototano. Foto: ASDP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), LOMBOK: Lintasan Kayangan–Pototano di Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin menunjukkan perannya sebagai jalur vital penghubung Pulau Lombok dan Sumbawa. Jalur ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat sekaligus pintu gerbang wisatawan menuju destinasi unggulan di kedua pulau tersebut.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan pentingnya lintasan ini tidak hanya untuk transportasi, tetapi juga pengembangan pariwisata.
“Lombok dan Sumbawa memiliki potensi besar dengan destinasi kelas dunia. Untuk mewujudkannya, aksesibilitas menjadi kunci, dan ASDP berkomitmen menjaga konektivitas agar wisata terus tumbuh dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Menhub: Inovasi Teknologi Tingkatkan Keselamatan Pelayaran0
- ASDP Hadirkan Tiket Online Ferizy di Pelabuhan Sidangoli, Mobilitas Warga Lebih Mudah0
- ASDP Buka Lintasan Dobo-Marlasi Dilayani KMP Lobster, Ini Besaran Tarifnya0
- ASDP Perketat Pemeriksaan Data Penumpang dan Kendaraan di Pelabuhan Merak0
- Tok! DPR Ketok Anggaran PMN Dukung Peremajaan Kapal PELNI0
Heru menambahkan, komitmen ASDP bukan sekadar mengoperasikan kapal. “Kami percaya bahwa pariwisata hanya bisa maju dengan dukungan transportasi yang lancar, aman, dan terjangkau. Karena itu, ASDP terus memperkuat armada, meningkatkan kualitas layanan, dan menghadirkan sistem reservasi digital agar penyeberangan semakin mudah diakses masyarakat maupun wisatawan,” jelasnya.
Pulau Lombok dikenal dengan ikon wisata Gunung Rinjani, Gili Trawangan, dan Pantai Senggigi, sementara Sumbawa menawarkan pesona Pantai Maluk dan Gunung Tambora. Akses penyeberangan Kayangan–Pototano menjadi jalur vital yang membuka peluang wisatawan untuk menjelajahi dua destinasi unggulan tersebut.
Topang Distribusi Logistik
Selain sektor pariwisata, jalur ini juga menopang distribusi logistik. Komoditas pangan seperti padi, jagung, kedelai, hingga hasil laut bergerak melalui lintasan ini, memperkuat rantai pasok dan mendukung ketahanan pangan di NTB.
Data ASDP mencatat, periode Januari–Agustus 2025, lintasan Kayangan–Pototano telah melayani 889.682 penumpang dan 252.973 unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, sepeda motor mendominasi dengan 117.643 unit, diikuti mobil pribadi sebanyak 72.412 unit. Angka ini menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap moda penyeberangan.
Destinasi Wisata
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa perusahaan juga mendorong kawasan pelabuhan memiliki fungsi tambahan sebagai destinasi wisata. “Melalui program waterfront destination, ASDP melakukan transformasi kawasan pelabuhan agar lebih modern dan terpadu, sehingga bisa menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan,” katanya.
Shelvy mencontohkan pengembangan kawasan Marina Labuan Bajo yang kini menjadi ikon pariwisata terpadu, terhubung dengan Hotel Meruorah Komodo, Plaza Marina, hingga Landmark Phinisi. Kawasan ini bahkan sukses menjadi tuan rumah ajang internasional seperti KTT ASEAN dan rangkaian G20 Side Events.
Dengan konsep serupa, pengembangan waterfront di Kayangan diharapkan mampu menambah daya tarik kawasan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Ke depan, ASDP menargetkan pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai terminal penyeberangan, tetapi juga sebagai magnet wisata baru.
Dalam operasionalnya, ASDP terus menekankan aspek keselamatan. Jadwal keberangkatan yang teratur, prosedur keselamatan yang ketat, serta kesiapan kru kapal menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan layanan yang andal.
Heru Widodo menegaskan kembali, keberadaan lintasan ini bukan hanya tentang transportasi. “Kayangan–Pototano adalah jembatan laut yang menyatukan masyarakat, memperkuat pariwisata, sekaligus menggerakkan roda ekonomi. Inilah wujud kontribusi ASDP sebagai garda terdepan konektivitas Nusantara,” tandasnya.
Informasi Layanan Lintasan Kayangan–Pototano
Jumlah kapal beroperasi: 2 unit (KMP Belida dan KMP Raja Enggano)
Jarak tempuh: ±12 mil laut
Durasi pelayaran: ±2 jam
Jadwal keberangkatan: tersedia 24 jam dengan frekuensi reguler setiap hari
Tarif penyeberangan:
Pejalan kaki dewasa Rp18.800, bayi Rp5.200
Golongan I : Rp 32.000
Golongan II : Rp 75.000
Golongan III : Rp 130.000
Golongan IV
- Kendaraan Penumpang : Rp 563.000
- Kendaraan Barang : Rp 502.000
Golongan V
- Kendaraan Bus : Rp 893.000
- Kendaraan Barang : Rp 760.000
Golongan VI
- Kendaraan Bus : Rp 1.307.000
- Kendaraan Barang : Rp 1.223.000
Golongan VII : Rp 1.869.000
Golongan VIII : Rp 2.153.000
Golongan IX : Rp 2.265.000
(Arry/Oryza)











