- Peduli Lingkungan Laut, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
- Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT per Liter Rp15.000, KKP: Jaga Stabilitas Produksi dan Daya Saing
- Menuju 5 Abad Jakarta, Wagub Rano Karno Ajak Insan Pers Sukseskan Anugerah Jurnalistik MHT 2026
- Tok! Harga BBM Solar Kapal Nelayan 30 GT per Liter Rp15.000, Perintah Presiden Prabowo
- Pelindo Terminal Petikemas Gondol 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
Bersinar di Laut Manjakan Anda di Labuan Bajo 2 Kapal Menhub Menanti

Keterangan Gambar : Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan 2 kapal Baswara Bahari.Foto: Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Agenda liburan Anda tahun ini kemana? Bila di dalam negeri pilihan Anda bisa ke Labuan Bajo .
Di sini Anda berlibur dan bersyukur menikmati keindahan ciptaan Allah, Labuhan Bajo. Bersinar di laut memanjakan Anda di sini, dindingnya terbuat dari Bottom Glass membuat Anda leluasa memandang alam sekitar yang indah.
Taukan Anda, Bersinar di laut adalah arti dari nama kapal Baswara Bahari yang diberikan Menhub untuk menikmati keindahan alam Labuan Bajo, mendukung wisata di NTT.
Baca Lainnya :
- Sirkuit Mandalika Hujan Deras, Jumlah Lap MotoGP 2022 dikurangi0
- Marquez Gegar Otak, Gagal Raih Gelar Juara MotoGP 2022 Madalika 0
- Bikin Penasaran, Senin Besok Nama Mafia Minyak Diumumkan0
- Gunung Surga0
- Menebak Siapa Juara Dunia MotoGP 2022 Mandalika, 5 Pembalap Diunggulkan0
Kapal Baswara Bahari yang berarti bersinar di laut ada dua unit tipe Katamaran yang akan menjadi daya tarik tersendiri, dan memikat para wisatawan baik domestik maupun internasional.
Dua kapal Bottom Glass tersebut buatan dalam negeri. Pengoperasian kedua kapal iu diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Jumat 18 Maret lalu. Kapal ini diharapkan mendukung pengembangan wisata di daerah yang menjadi salah satu destinasi wisata superprioritas tersebut.
Kapal wisata ini dilengkapi kaca di bagian bawah itu, kini siap membawa pelancong menikmati keindahan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal ini dapat menampung menampung 44 orang dan 7 anak buah kapal (ABK) dengan panjang kapal 23,1 meter/ GT.
“Bapak Presiden ingin Labuan Bajo menjadi destinasi wisata internasional yang sama baiknya dengan Bali. Kemenhub akan konsisten memberikan dukungan untuk mewujudkannya,” ungkap Menhub Budi Karya dalam sambutan penyerahan kapal tersebut.
Menhub menjelaskan, keberadaan kapal ini akan menjadi suatu daya tarik tersendiri, yang akan memikat para wisatawan baik domestik maupun internasional. “Oleh karenanya, saya pesan kepada Pemda agar ini dikelola dengan baik dan kita sudah sepakat untuk mencari pihak yang profesional untuk mengelolanya,” tandas Menhub.
MAMPU BERSAING
00Gubernur NTT Victor Laiskodat menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Menhub yang telah memberi perhatian yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi tidak hanya di Labuan Bajo, tetapi juga Provinsi NTT.
“Kami berharap bantuan-bantuan yang telah diberikan dapat secara perlahan meninggalkan stigma Provinsi NTT sebagai provinsi yang miskin, menjadi provinsi yang mampu bersaing dan menyejahterakan masyarakatnya,” ucapnya.
Ia berharap, dua kapal wisata ini akan bisa melayani dan memberikan kesan berarti bagi para wisatawan di Labuan Bajo.
DESTINASI WISATA
Untuk mendukung destinasi wisata superprioritas, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub membangun 4 (empat) unit kapal wisata Bottom Glass dengan alokasi anggaran kurang lebih Rp80 Milyar, yang dikerjakan mulai tahun 2020. Dua kapal lainnya diperuntukkan bagi destinasi wisata Likupang.
Pembangunan kapal diproduksi oleh galangan kapal dalam negeri dengan 4 (empat) paket pekerjaan di Jakarta dan Surabaya.
Kapal ini selanjutnya akan dihibahkan kepada Pemerintah Daerah NTT. Menhub berharap, pemda dapat mengoptimalkan pemanfaatan kapal ini untuk mendukung sektor pariwisata dan menumbuhkan titik-titik perekonomian baru di daerah.
Nah, keputusan kemana berlibur berada di tangan Anda sendiri dan bila memutuskan ke Labuan Bajo 2 kapal Bottom Glass ini menanti.( Fat/ Oriz)











