- Komisi VIII DPR Tinjau KRI dr. Soeharso-990, Lihat Langsung Pengobatan Korban Gempa NTT
- KRI dr. Soeharso-990, Rumah Sakit Darurat Layani Korban Gempa Bumi NTT
- Sidak Malam, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Bio Solar dan Pertalite Lancar
- Kapal Perang KRI Teluk Parigi-539 Angkut Genset, Beras hingga Rendang, Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Relawan Bakti BUMN Batch IX, Pelindo Semai Harapan di Langowan
- Forum ASEAN di Bangkok, Menaker Bawa Agenda Penguatan Keterampilan dan Perlindungan Pekerja
- KKP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Gempa Bumi di NTT
- Pelindo Regional 2 dan BNN Jakut Edukasi Bahaya Narkoba di SMAN 13 Jakarta
- Cegah Karhutla, Presiden Prabowo Tekankan Tindakan Dini, Edukasi, dan Penegakan Hukum
- Presiden Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Optimal
Relawan Bakti BUMN Batch IX, Pelindo Semai Harapan di Langowan
Kembangkan Potensi Ekonomi Masyarakat

Keterangan Gambar : PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali mengambil bagian dalam Program Relawan Bakti BUMN (RBB) dengan menghadirkan berbagai kegiatan bermanfaat bagi masyarakat di Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Foto: Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MINAHASA: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali mengambil bagian dalam Program Relawan Bakti BUMN (RBB) untuk Indonesia dengan menghadirkan berbagai kegiatan.
Pada RBB Batch IX, Pelindo menjadi salah satu PIC pelaksanaan program di Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dengan menghadirkan rangkaian kegiatan di bidang pendidikan, lingkungan, pemberdayaan pertanian dan UMKM, serta kesehatan masyarakat yang dilaksanakan pada 16–19 Agustus 2026.
Sebagai wilayah agraris, Langowan memiliki potensi pertanian yang kuat, khususnya komoditas tomat dan cabai, serta didukung potensi UMKM, kekayaan alam, dan sumber daya manusia. Melalui RBB, potensi tersebut diperkuat melalui pendekatan yang saling terhubung, mulai dari pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, hingga penguatan pertanian dan UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal.
Baca Lainnya :
- PELNI dan Pelindo Buka Posko Bersama di Tanjung Priok, Gratis Kirim Bantuan Bencana NTT0
- KM Tidar Bawa 41 Koli Barang Bantuan untuk Korban Gempa NTT0
- Meski Terdampak Gempa, Pelindo Tetap Gerak Cepat Bantu Warga Flores0
- Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Majukan Ekonomi Indonesia0
- IPC TPK Salurkan Gerobak Sampah, Perkuat Kebersihan Palembang0
Program tersebut turut dihadiri Direktur Office of The Board PT Danantara Asset Management, Tony Andrianto dan Wakil Kepala BP BUMN Teddy Barata. Kehadiran keduanya mencerminkan dukungan terhadap kolaborasi lintas BUMN untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
"Inilah wujud nyata kehadiran BUMN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BUMN dan para relawan yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung di tengah masyarakat, bekerja bersama, serta menjalankan tugas dan misinya,” ujar Tony Andrianto.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala BP BUMN Teddy Barata menekankan pentingnya kehadiran langsung insan BUMN di tengah masyarakat untuk memahami kebutuhan daerah dan menjadi bagian dari solusi.
“Relawan Bakti BUMN merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo agar BUMN hadir dan menjadi bagian dari masyarakat. BUMN diharapkan menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi Indonesia," ujar Teddy.
"Melalui program ini, pekerja BUMN mendapat kesempatan hadir langsung di tengah masyarakat, memahami apa yang dibutuhkan, dan membangun kolaborasi untuk menjadi bagian dari solusi bagi Indonesia,” sambung Teddy.
Beri Manfaat
Direktur Kelembagaan Pelindo, Hendri Ginting, mengatakan bahwa sebagai salah satu PIC RBB Batch IX di Langowan, Pelindo berupaya agar program yang dijalankan tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat terus berkembang setelah kegiatan berakhir.
"Melalui Relawan Bakti BUMN, kami ingin hadir dan bekerja bersama masyarakat. Karena itu, kegiatan yang dilakukan menyentuh berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari pendidikan, lingkungan, kesehatan, hingga penguatan pertanian dan UMKM sebagai bagian dari potensi ekonomi Langowan,” ujar Hendri.
Rangkaian RBB Langowan berlangsung selama empat hari dengan melibatkan 10 relawan dari berbagai BUMN. Para relawan membawa pengalaman dan kompetensi profesional untuk dibagikan secara langsung kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi, pendampingan, dan aksi sosial.
Di bidang pendidikan, para relawan menjalankan program Relawan Mengajar di SMP 05 Langowan, SD Kecil Raranon, dan SMPN 02 Langowan. Selain berbagi inspirasi dan mengenalkan berbagai profesi kepada siswa, program juga mencakup revitalisasi perpustakaan dan fasilitas sekolah guna mendukung terciptanya ruang belajar yang lebih baik.
Pada aspek lingkungan, kegiatan dipusatkan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano melalui penanaman 500 pohon mahoni dan pemasangan media edukasi lingkungan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Sementara itu, dukungan terhadap ekonomi lokal dilakukan dengan terjun langsung bersama petani dalam kegiatan penyemaian, penanaman bibit tomat, panen, hingga penyortiran dan pengemasan hasil pertanian. Para relawan juga mendukung pelaku UMKM melalui aktivasi dan penguatan branding tenant di Taman Cita Waya agar potensi usaha lokal dapat terus berkembang.
Aspek kesehatan dan sosial masyarakat turut menjadi bagian dari program melalui pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi gizi, serta dukungan kesehatan bagi balita, ibu hamil, dan lansia di Desa Tumaratas.
Kebersamaan dengan Masyarakat
Pelaksanaan RBB Batch IX juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Para relawan bersama masyarakat mengikuti upacara kemerdekaan dan membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Lapangan Schwarz.
Kebersamaan dengan masyarakat semakin diperkuat melalui pengenalan budaya lokal, termasuk belajar dan berlatih Tari Kabasaran bersama sanggar setempat.
Hendri berharap semangat “Menyemai Harapan di Tanah Langowan” dapat terus hidup melalui pengetahuan, fasilitas, bibit, ruang belajar, hingga jejaring yang telah dibangun bersama masyarakat selama pelaksanaan program.
“Harapan kami, setelah para relawan kembali ke tempat tugas masing-masing, apa yang ditinggalkan di Langowan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan," kata Hendri.
Dari ruang kelas, lahan pertanian, kawasan DAS, hingga ruang usaha masyarakat, semoga apa yang telah kita mulai bersama dapat terus dirawat dan dikembangkan. Karena bagi Pelindo, hadir untuk Indonesia berarti ikut memastikan potensi daerah dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” pungkas Hendri. (Riz/Mar)











