- Panglima TNI Pimpin Upacara Peresmian KRI Sriwijaya-100, Dihadiri Chief of Staff Italian Navy
- KM Arupadhatu Bawa 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Jasad ABK Ditemukan di Pulau Enggano
- Sudah 15 Jenazah Dievakuasi Penyelam dari Bangkai KMP Virgo Transport 8
- Kunjungi Presiden Prabowo, Wakil PM Malaysia akan Kerahkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter Bantu Atasi Karhutla
- Kemnaker–Unsoed Siapkan Akses Kerja bagi Mahasiswa dan Alumni
- TNI AL Perkuat Kerja Sama Keamanan Maritim ASEAN
- Trafik Pelabuhan Pelindo Regional 2 Meningkat, Arus Petikemas dan Barang Tumbuh hingga Agustus 2026
- Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban
- KKP: Pengamanan 1.048 Ton Udang Impor di Jatim untuk Lindungi Pembudidaya Lokal
- Persiapan Salvage, Kemenhub Perkuat Operasi SAR Evakuasi KMP Virgo Transport 8
Panglima TNI Pimpin Upacara Peresmian KRI Sriwijaya-100, Dihadiri Chief of Staff Italian Navy

Keterangan Gambar : Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin langsung upacara serah terima ITS Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia ke Indonesia di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (24/9/2026). Kapal induk ringan ini resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya-100. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin langsung upacara serah terima ITS Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia ke Indonesia. Kapal induk ringan ini resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya-100.
Upacara digelar di Dermaga 106–107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9/2026). Momen bersejarah ini dihadiri oleh Chief of Staff Italian Navy (Pimpinan Angkatan Laut Italia) Admiral Giuseppe Berutti Bergotto.
Momen pergantian bendera (reflagging) kapal induk eks-Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, menjadi KRI Sriwijaya-100 menjadi tonggak baru penguatan alutsista TNI AL sebagai penjaga kedaulatan laut Nusantara.
Baca Lainnya :
- TNI AL Perkuat Kerja Sama Keamanan Maritim ASEAN0
- Navy Fair 2026 di Monas: Kopaska, Marinir hingga Dapur Lapangan Makan Gratis Dipadati Pengunjung0
- Kasal Tinjau Kegiatan Kemaritiman di Tanjung Pinang, Marathon Layar Kasal Cup 2026 hingga Surya Bhaskara Jaya0
- Lampung Dipilih Jadi Pangkalan Kapal Induk KRI Sriwijaya-100, Kasal Ungkap Alasannya0
- Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Sandar di Tanjung Priok, Menhan Tinjau Keunggulan Operasional0
Sejumlah tamu penting hadir antara lain Duta Besar Italia untuk Indonesia Roberto Colamine, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Wakil Panglima TNI, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, Kepala Staf Angkatan Laut Italia Admiral Giuseppe Berutti Bergotto, serta jajaran Mabes TNI dan Mabes TNI Angkatan Laut.
Dari jajaran Pelindo, turut hadir Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar, Executive Director 2 Pelindo Regional 2 Budi Prasetio, serta Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra.
Rangkaian Upacara
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peresmian KRI Sriwijaya-100. Prosesi diawali dengan penurunan bendera Italia dan pengibaran Sang Merah Putih di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok. Upacara berlangsung khidmat seiring dengan kumandang lagu Indonesia Raya.
Momen tersebut menandai perubahan status dan identitas kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100 di bawah jajaran TNI Angkatan Laut.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi shipnaming dan pengukuhan Komandan KRI Sriwijaya-100, Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan.
Setelah itu Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan sambutan sekaligus mengukuhkan nama baru kapal induk asal Italia yang diproduksi produksi Fincantieri tersebut menjadi KRI Sriwijaya-100.
"Pada hari ini, Kamis, 24 September 2026, saya Jenderal TNI Agus Subiyanto, Panglima TNI, dengan ini saya resmikan KRI Sriwijaya-100 masuk ajaran TNI AL," kata Panglima TNI.
Penguatan Pertahanan Laut
Dalam sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto juga menekankan bahwa penguatan pertahanan laut menjadi bagian penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas dan posisi geografis yang strategis.
Sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas dan posisi geografis yang sangat strategis, Indonesia membutuhkan kekuatan pertahanan laut yang modern dan tangguh. "Kehadiran KRI Sriwijaya di jajaran TNI AL merupakan wujud nyata modernisasi alutsista TNI,” ujarnya.
KRI Sriwijaya-100 juga memiliki peran sebagai pusat komando operasi laut, sarana diplomasi pertahanan, serta pendukung bantuan kemanusiaan yang memperkuat peran TNI di tingkat nasional, regional, maupun global.
Sedangkan Kepala Staf Angkatan Laut Italia Admiral Giuseppe Berutti Bergotto menyampaikan harapannya agar hubungan persahabatan antara Indonesia dan Italia terus terjaga.
“Long live the friendship between Indonesia and Italy,” ujarnya.
KRI Sriwijaya-100 selanjutnya akan menjadi bagian dari Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL dan mendukung berbagai penugasan, termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP), penanggulangan bencana, serta misi kemanusiaan.
Klasifikasi Kapal
Diberitakan indonesiamaritimenews.com sebelumnya, kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi yang dihibahkan pemerintah Italia kepada Indonesia tiba di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto didampingi Wakil Panglima TNI, beserta Kepala Staf Angkatan resmi menyambut kedatangan kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi di Pelabuhan Tanjung Priok.
Kapal induk tersebut telah bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9) pagi setelah sebelumnya memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.
Setelah bertolak dari Italia pada akhir Agustus 2026, dalam pelayarannya kapal ini telah melalui rute global strategis selama 25 hari dengan jarak tempuh 6.870 Nm melintasi Terusan Suez, Laut Merah dan Samudra Hindia. Sedangkan negara-negara yang disinggahi untuk pengisian ulang logistik, bahan bakar (refuelling), maupun layanan teknis yaitu Mesir, Arab Saudi dan Sri Lanka.
Adapun klasifikasi dari ITS Giuseppe Garibaldi ini yaitu memiliki panjang 180,2 meter, lebar 33,4 meter, draft 6,7 meter. dan berat 13.850 Ton. Dengan sistem pendorong yang terdiri dari Combined Gas Turbine and Gas Turbine (COGAG) dan 4 Turbin Gas General Electric/Avio LM2500, kapal ini menghasilkan daya 81.000 tenaga kuda dengan kecepatan maksimal 30 knot.
Jarak jelajah ITS Giuseppe Garibaldi mencapai 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot. Sedangkan kapasitas angkutnya sanggup membawa lebih dari 10-18 helikopter kelas menengah/berat, drone serta mengakomodasi hingga 830 personel. (Riz/Mar)











