- Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja
- Lampung Dipilih Jadi Pangkalan Kapal Induk KRI Sriwijaya-100, Kasal Ungkap Alasannya
- Kinerja 2025 Tumbuh, Pelindo Naik Tiga Peringkat di Fortune Indonesia 100
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Dirjen Perhubungan Laut Dicopot, Kemenhub: Tidak Terkait Kecelakaan Kapal
- Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Sandar di Tanjung Priok, Menhan Tinjau Keunggulan Operasional
- Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 5 Digelar 17–23 September
- Open Tournament Bulutangkis Piala Panglima TNI 2026, TNI AL Sabet Medali
- 129 Penumpang KMP Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Tenaga Ahli dari AS dan Hongkong Bakal Didatangkan
Asia Pacific Naval Warfare Symposium 2024, Kasal Ajak Junjung Tinggi Hukum Internasional Maritim

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Hukum Angkatan Laut (Kadiskum TNI AL), Laksamana Pertama TNI Farid Ma’ruf mewakili Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali secara resmi menutup kegiatan Asia Pacific Naval Warfare Symposium di Surabaya, Jatim. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Dr. Muhammad Ali yang diwakili oleh Kepala Dinas Hukum Angkatan Laut (Kadiskum TNI AL), Laksamana Pertama TNI Farid Ma’ruf secara resmi menutup kegiatan Asia Pacific Naval Warfare Symposium di Surabaya, Jum’at (13/12/2024).
Kegiatan ini merupakan kerjasama antara TNI AL dan International Committee of The Red Cross (ICRC) yang dihadiri oleh Ketua Delegasi ICRC untuk Indonesia dan Timor Leste, Mr. Vincent Ochilet dan diikuti oleh 36 Perwira Senior Angkatan Laut yang berasal dari 22 negara kawasan Asia Pasifik.
Simposium yang dilaksanakan sejak 11 Desember 2024 ini, bertujuan untuk membangun dan memperkuat kapasitas Angkatan Laut di Kawasan Asia Pasifik, dalam menerapkan hukum humaniter internasional pada konflik bersenjata di laut.
Kasal dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kadiskum TNI AL menyatakan, para peserta bersama-sama telah mengeksplorasi aspek-aspek penting dalam perang laut dan hukum laut yang berdampak langsung pada operasi dan keamanan regional Asia Pasifik.
Aspek penting tersebut antata lain pembahasan kerangka hukum yang mengatur operasi Angkatan Laut mulai dari United Nation Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) hingga San Remo Manual, dimensi ekonomi dari operasi Angkatan Laut serta keamanan maritim, dan dengan menyadari bahwa laut merupakan ruang strategis sekaligus jalur ekonomi vital bagi negara-negara Kawasan Asia Pasifik.
Kasal mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kontribusi semua pihak dalam kesuksesan simposium ini. Kasal juga mengajak para peserta memperbarui komitmen negara Kawasan Asia Pasifik untuk menjunjung tinggi hukum internasional











