- ASDP Peduli Desa Adat dan Budaya Bali, Gelontorkan Bantuan Rp1 Miliar
- Pelindo Hadir Restorasi Terumbu Karang dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Labuan Bajo
- Moncer Trafik Petikemas IPC TPK Tembus 1,49 Juta TEUs
- Sebagai Kekuatan Sosial dan Budaya, Ketua IKANAS Erwan Rozadi Ajak Keluarga Besar Nasution Bangun Sumut
- Hanyut ke Kalbar, Kapal Ikan Malaysia Dikawal Kodaeral XII Pulang Disambut APPM di Perbatasan
- Dampak Pemadaman Listrik di Sumut, Bobby Nasution Desak PLN Beri Kompensasi
- Kadet AAL Tampil di Hari Besar Rusia 2026, Genderang Sulung Gita Jala Taruna Memukau
- KKP Bawa Kembali Produk Perikanan Budi Daya Masuk Pasar Uni Eropa
- Ketika Kekuasaan Tidak Terawasi maka Kemanusiaan akan Menjadi Korban
- Operasi Gugus Tempur Laut, KRI Imam Bonjol Amankan 10 ABK Kapal Ikan Diduga Pakai Sabu
Asia Pacific Naval Warfare Symposium 2024, Kasal Ajak Junjung Tinggi Hukum Internasional Maritim

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Hukum Angkatan Laut (Kadiskum TNI AL), Laksamana Pertama TNI Farid Ma’ruf mewakili Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali secara resmi menutup kegiatan Asia Pacific Naval Warfare Symposium di Surabaya, Jatim. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Dr. Muhammad Ali yang diwakili oleh Kepala Dinas Hukum Angkatan Laut (Kadiskum TNI AL), Laksamana Pertama TNI Farid Ma’ruf secara resmi menutup kegiatan Asia Pacific Naval Warfare Symposium di Surabaya, Jum’at (13/12/2024).
Kegiatan ini merupakan kerjasama antara TNI AL dan International Committee of The Red Cross (ICRC) yang dihadiri oleh Ketua Delegasi ICRC untuk Indonesia dan Timor Leste, Mr. Vincent Ochilet dan diikuti oleh 36 Perwira Senior Angkatan Laut yang berasal dari 22 negara kawasan Asia Pasifik.
Simposium yang dilaksanakan sejak 11 Desember 2024 ini, bertujuan untuk membangun dan memperkuat kapasitas Angkatan Laut di Kawasan Asia Pasifik, dalam menerapkan hukum humaniter internasional pada konflik bersenjata di laut.
Kasal dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kadiskum TNI AL menyatakan, para peserta bersama-sama telah mengeksplorasi aspek-aspek penting dalam perang laut dan hukum laut yang berdampak langsung pada operasi dan keamanan regional Asia Pasifik.
Aspek penting tersebut antata lain pembahasan kerangka hukum yang mengatur operasi Angkatan Laut mulai dari United Nation Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) hingga San Remo Manual, dimensi ekonomi dari operasi Angkatan Laut serta keamanan maritim, dan dengan menyadari bahwa laut merupakan ruang strategis sekaligus jalur ekonomi vital bagi negara-negara Kawasan Asia Pasifik.
Kasal mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kontribusi semua pihak dalam kesuksesan simposium ini. Kasal juga mengajak para peserta memperbarui komitmen negara Kawasan Asia Pasifik untuk menjunjung tinggi hukum internasional











