- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
Arus Balik Lebaran 2023, Penumpang Angkutan Penyebarangan Paling Tinggi

Keterangan Gambar : Pemudik Lebaran 2023 membawa mobil pribadi naik ferry menyeberang pulau Jawa menuju Sumatera. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Kementerian Perhubungan mencatat, pada arus balik Lebaran 2023 pengguna angkutan penyeberangan jumlahnya paling tinggi dibanding angkutan umum lainnya.
Lonjakan jumlah pengguna angkutan umum tertinggi pada arus balik terjadi Selasa (25/4/2023) atau H+2 pasca Idul Fitri, yaitu sebanyak 1.091.740 orang.
Bahkan jumlah ini melampaui pergerakan penumpang pada puncak arus mudik yang terjadi pada Rabu (16/4) atau H-3 jelang Lebaran yang terdata sebanyak 1.067.208 orang.
Baca Lainnya :
- Kapal Kargo MV Indian Partnership Bocor di Raja Ampat, TNI AL Sigap Menolong0
- Mudik Lebaran, Penumpang Kapal Lewat Pelabuhan Pelindo Nyaris 1 Juta Orang0
- Naik KM Dobonsolo, Pemilir Sepeda Motor Tiba di Tanjung Priok0
- Keharuan Idul Fitri Satgas TNI AL di Libanon, Halal Bihalal Online dengan Keluarga 0
- Yuuk... Intip Satgas KJK 2023 Rayakan Idul Fitri di Kapal Perang KRI Bima Suci0
Pada Posko Angkutan Lebaran Terpadu tahun ini, Kemenhub memantau titik pergerakan penumpang dan kendaraan dari 111 terminal, 18 Pelabuhan Penyeberangan, 51 Bandar Udara, 110 Pelabuhan Laut, 13 Daop/Divre perkeretaapian, 42 Gerbang Tol dan 20 ruas Jalan Arteri.
Dari total pergerakan penumpang di H+2 kemarin, jumlah penumpang tertinggi yaitu angkutan penyeberangan sebanyak 292.828 orang. Kemudian disusul, angkutan udara 267.117 orang, angkutan darat 239.534 orang, angkutan kereta api 203.419 orang, dan angkutan laut 88.842 orang.
“Meski kemarin pergerakan penumpang mencapai puncak tertinggi, penanganan arus balik di simpul-simpul transportasi baik di terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara dapat tertangani dengan baik,” demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Rabu (26/4/2023).
MENINGKAT
Sementara itu, jumlah penumpang angkutan umum secara kumulatif mulai H-8 s.d H+2 kemarin mencapai 9.357.776 orang. Jumlah ini meningkat 5.06% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022 lalu sebesar 8.856.512 orang.
Jumlah penumpang angkutan udara angkanya tertinggi. Rinciannya:
- Angkutan udara 2.773.187 orang
- Aangkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP) sebesar 2.132.284 orang
- Angkutan kereta api 1.847.285 orang
- Angkutan jalan 1.818.949 orang
- Angkutan laut 804.071 orang.
Kendaraan Kembali ke Jabotabek Baru 30%.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 487.986 kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek pada Senin – Selasa (24 hingg 25 April 2023) H+1 hingga H+2. Jumlah tersebut dipantau dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (dari arah Merak), GT Ciawi (dari arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung).
Total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabotabek ini meningkat 88,9% jika dibandingkan lalu lintas normal dengan total 258.360 kendaraan. Dan jika dibandingkan dengan periode tahun 2022 lalu meningkat 17,0% dengan total 416.961 kendaraan.
Jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek tersebut baru mencapai 30,45% dari prediksi arus balik sebesar 1,6 juta kendaraan pada periode H+1 s.d H+7 Hari Raya Idul Fitri 1444 H.
“Untuk mengantisipasi masih tingginya pergerakan kendaraan pada masa arus balik lebaran. Telah diputuskan perpanjangan pengaturan lalu lintas angkutan barang melalui Surat Keputusan Bersama Dirjen Perhubungan Darat dan Kakorlantas Polri,” ujar Adita.
Untuk menghindari kepadatan, Kemenhub mengimbau masyarakat untuk melakukan perjalanan balik pada hari Rabu/Kamis/Jumat (26-28 April 2023) dan menghindari perjalanan balik pada Minggu – Senin, 30 April dan 1 Mei 2023, yang diprediksi akan terjadi puncak arus balik tahap kedua. (Arry/Oryza)











