- IPC TPK Palembang Melejit Saat Perdagangan Global Lesu, Tumbuh 6,15% Sepanjang 2025
- Cek Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Ditjen Hubla Uji Petik di Labuan Bajo
- Integrated Planning & Control IPC TPK Tingkatkan Efektivitas Operasional Pelabuhan Panjang
- 10 Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan, Kasi Basarnas Makassar Sujud Syukur
- Jenazah Pegawai KKP Deden Maulana, Korban Pesawat ATR 42-500 Sudah Teridentifikasi
- Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang 500 Meter Gunung Bulusaraung
- 3 Karyawan KKP Jadi Penumpang Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak, Menteri Trenggono: Kami Sedih
- Kodaeral V Hadiri 700 Air Defence Run di Surabaya, Olahraga Terpadu dan Jaga Soliditas
- Pesawat ATR 42-500 Bawa 10 Orang Hilang Kontak di Kabupaten Maros Makassar
- Tim Gabungan TNI AL Amankan Terduga Penjual Senjata Api Ilegal
Alhamdulillah... Rumah Sakit Lapangan Marinir TNI AL Jadi Tumpuan Kesehatan Warga Aceh
Pray For Sumatera

Keterangan Gambar : Ratusan warga Aceh yang terdampak bencana banjir mendapat layanan kesehatan di Rumah Sakit Lapangan TNI AL dari Batalyon Marinir. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), ACEH: Operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana yang dilakukan TNI AL di Aceh terus berlanjut secara intensif. Layanan kesehatan juga sudah dilakukan dengan adanya Rumah Sakit Lapangan.
Data terbaru menunjukkan bahwa Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) dari Batalyon Kesehatan (Yonkes) Marinir telah beroperasi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada ratusan warga terdampak.
Dalam siaran resmi TNI AL, Selasa (9/12/2025) dijelaskan Rumkitlap Marinir yang didirikan di lokasi Kuala Cangkoi dan Kuala Kerto, Aceh, hingga saat ini telah merawat sebanyak 348 pasien. Pelayanan medis di fasilitas darurat ini masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh masyarakat yang membutuhkan mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Baca Lainnya :
- Pangan Biru, Solusi Penuhi Gizi Masyarakat Menuju Indonesia Emas0
- Kasal Resmikan 2 Fasilitas Baru di RS Marinir Cilandak0
- Donor Darah di KRI Teluk Calang 524, Bakti Sosial Prajurit di Ujung Timur Indonesia0
- Teknik Mengolah Ikan Supaya Aman dan Bermutu, Pengelola MBG Diedukasi KKP0
- Cegah Stunting, ASDP Edukasi Ibu Muda di Banyuwangi Soal Gizi dan Anak0
Dalam operasi bantuan bencana alam (Gulbencal) ini, TNI AL telah mengerahkan 4.098 personel yang tersebar di berbagai titik lokasi bencana untuk membantu evakuasi, distribusi bantuan, dan pelayanan kesehatan.
Dukungan aspek kesehatan juga datang dari unsur laut dengan pengerahan KRI dr. Radjiman Wedyodininggrat-992 di wilayah Sibolga-Padang, yang ikut memberikan kontribusi signifikan dalam pelayanan kesehatan di perairan. Kapal ini telah menangani total 39 pasien, dengan rincian 17 pasien umum, 5 pasien rawat inap yang memerlukan operasi, dan 17 pasien gigi.
Sementara itu, KRI dr. Soeharso-990 juga telah sandar di Lhokseumawe, kedatangan KRI ini bertujuan untuk melaksanakan debarkasi atau penurunan bahan kontak (logistik bantuan) serta membuka pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Seluruh kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat TNI AL dalam mendukung pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak bencana dalam masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Hal tersebut juga merupakan penekanan dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kepada seluruh jajaran TNI AL.
Seperti diketahui, bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Peristiwa ini mengakibatkan 800 lebih warga di 3 provinsi meninggal dunia, sementara ratusan lainnya hilang. (Bow/Mar)











