- 6 Pati TNI AL Berganti Jabatan
- Hari Lingkungan Hidup, PELNI Gelar Penghijauan dan Daur Ulang Limbah
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL Tiba di Busan, Bawa Misi Diplomasi Maritim Indonesia
- KKP Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
- KKP Sergap Kapal Asing MV Silver Island, Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
- Jelang Libur Sekolah 2026 Kemenhub Uji Petik Kelaiklautan Kapal di Pelabuhan Ternate
- Amanah Jabatan dan Rasa Malu
- Dermaga Penajam Direhabilitasi, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Berjalan Aman dan Optimal
- PELNI Raih 7 Sertifikat ISO Terintegrasi, Perkuat Tata Kelola dan Keunggulan Operasional
- Asyik.. PELNI Diskon Tiket Lagi, Sambut Liburan Sekolah 2026
2 Kapal Cepat Rudal 60 Meter Perkuat Armada TNI AL

Keterangan Gambar : Kepala Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin pelaksanaan Shipnaming dua Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter, di Surabaya, Jatim. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin pelaksanaan Shipnaming dua Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter, produksi dalam negeri PT. PAL Indonesia. Dua kapal itu diberi nama KRI Kapak-625 dan KRI Panah-626.
Acara dilaksanakan di Surabaya, Rabu (17/5/2023). Penamaan keduanya dibacakan oleh Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali dan ditandai dengan pemecahan kendi di kedua KRI tersebut.
Selangkah lagi, akan melaksanakan delivery dan bergabung dengan Armada TNI AL. Sebelumnya kedua kapal tersebut telah berhasil melalui rangkaian uji kelaikan Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT), hingga Life Firing Test (LFT).
Baca Lainnya :
- Hari Pendidikan TNI AL Ke-77, Kasal: Pembagunan SDM Jadi Prioritas Utama 0
- Welcome Kapal Perang Australia, TNI AL Siapkan Cassowary Exercise Keamanan Maritim0
- Doa Bersama Menjelang Sertitab Panglima Kalinlamil0
- Keren... Jajal F16, Kasal Terima Brevet Wing Penerbang Kehormatan TNI AU0
- Festival Sholawat TNI/Polri, Batalyon Angkutan Bermotor 2 Marinir Raih Juara 20
Selain itu juga berhasil dinyatakan lulus dalam Commodore Inspection yang merupakan pengujian terakhir oleh para perwira tinggi dari Kementerian Pertahanan RI dan Markas Besar TNI AL.
KAPAK DAN PANAH
Nama Kapak dan Panah, mengacu pada senjata tradisional khas Papua, yang digunakan untuk alat pertahanan diri maupun alat berburu, melambangkan keberanian, keterampilan dan keahlian bela diri.
Selain itu merupakan wujud kecintaan dan kebanggaan bangsa Indonesia kepada masyarakat Papua, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Nantinya kedua kapal perang akan diproyeksikan memperkuat jajaran Satuan Kapal Cepat Koarmada III.
Filosofi kedua senjata ini selaras dengan fungsi asasi Kapal Cepat Rudal (KCR), sebagai kapal yang mampu melaksanakan manuver dan serangan cepat, dengan pukulan yang mematikan, sesuai dengan taktik Hit and Run di dalam peperangan anti kapal permukaan.
Hadirnya kedua kapal ini sebagai manifestasi dari upaya pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI AL, sesuai dengan perencanaan strategis dan postur kekuatan yang telah ditetapkan. Selain itu, akan semakin meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI AL, sebagai komponen utama pertahanan negara, dalam mengamankan kepentingan nasional dan menjaga kedaulatan negara di laut.
Kedua kapal ini memiliki panjang keseluruhan 60 meter dengan lebar 8,10 meter dan tinggi 4,85 meter. Kapal ini mampu membawa muatan penuh 450 hingga 500 ton. Memiliki jarak jelajah 2.400 nautical mile dan mampu mengangkut 55 orang.
KCR kelima dan keenam milik TNI AL ini juga telah dilengkapi dengan sistem persenjataan yang mampu mendeteksi sasaran/target baik di udara, permukaan, dan bawah laut dan mampu melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot.
Dalam kesempatan ini, Kasal juga mengukuhkan Komandan yang pertama bagi kedua KRI tersebut yaitu Letkol Laut (P) Rahmat Arif sebagai Komandan KRI Kapak - 625 dan Letkol Laut (P) Irianto Kurnianto selaku Komandan KRI Panah - 626. (ARRY/ORYZA)











