- Angkut Bantuan Kemanusiaan ke NTT, Menteri Trenggono Kerahkan Kapal Pengawas Perikanan
- Keren.. Prajurit TNI AL Menggelar Upacara Pengibaran Merah Putih di Bawah Laut
- Merah Putih Berkibar Serentak di Kepri, Kodaeral IV Kobarkan Semangat Kemerdekaan
- Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Majukan Ekonomi Indonesia
- Warga: Istana Menyala... HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia Meriah
- PELNI Mulai Angkut Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Dikirim Pakai KM Tidar
- Presiden Prabowo Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka
- Pelabuhan Pelindo di NTT Berangsur Normal, Pemulihan Maumere Dipercepat
- Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Monas-Dukuh Atas
- Pasukan Katak TNI AL dan US Navy Seal Team One Adu Kemampuan
Terminal Teluk Lamong Percepat Layanan Kapal, Ini Target Not Operation Time 2025

Keterangan Gambar : PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus berupaya memberikan pelayanan operational and commercial excellence kepada pengguna jasa. Targetnya, tahun 2025 ini Post-Not Operation Time bisa dipersingkat.Foto: TTL
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus berupaya memberikan pelayanan operational and commercial excellence kepada pengguna jasa. Targetnya, tahun 2025 ini Post-Not Operation Time bisa dipersingkat.
TTL menggelar Evaluasi Pelaksanaan Pemanduan dan Penundaan kapal Petikemas dan Curah kering di Terminal Teluk Lamong tahun 2024, serta pembahasan target kinerja Post-Not Operation Time (NOT3) dan Ship to Ship tahun 2025.
Baca Lainnya :
- Lancarkan Arus Mudik Lebaran 2025, Jalan Tol Cibitung – Cilincing Diskon Hingga 46 Persen0
- Tiket Gratis Meningkat Drastis, PELNI Sukseskan Program Kemenhub & Mudik Gratis BUMN0
- Arus Petikemas Internasional TPS Februari 2025 Meningkat, Ini Rinciannya0
- Bantuan Kemanusiaan Pelindo Solusi Logistik Untuk Korban Banjir di Bekasi0
- Selama Ramadhan, Pelindo Multi Terminal Pastikan Operasional dan Distribusi Logistik Berjalan Optima0
Evaluasi ini merupakan wadah koordinasi antara PT Terminal Teluk Lamong dengan tim pelayanan kapal PT Pelindo Regional 3 dan PT Pelindo Jasa Maritim. Tujuannya untuk mempersingkat waktu sandar (berthing time) dan pergantian antar kapal (ship to ship) yang akan meningkatkan ketersediaan tambatan dan kelancaran arus barang.
Target 2025
Pada tahun 2025 ini, target Post-Not Operation Time (NOT3) yaitu dari kapal selesai berkegiatan (Complete) hingga berangkat (Departure), kurang dari 3 jam untuk kapal curah kering dan kurang dari 30 menit untuk kapal petikemas.
Sedangkan untuk target ship to ship kapal curah kering kurang dari 2 jam sedangkan kapal petikemas kurang dari 1 jam. Dimana capaian rekor waktu ship to ship yang telah diraih atas hasil koordinasi yang baik tersebut yaitu selama 47 menit. Waktu tersebut tercatat dari jarak waktu antara Lastline MV Nikolas D hingga Firstline MV Darya Ruchi di bulan Desember 2024 lalu.
Selain catatan rekor waktu ship to ship tercepat pada tahun 2024 lalu, TTL juga mencatatkan sejarah penyandaran kapal dengan draft terdalam yang pernah sandar di area Tanjung Perak yaitu kapal MV Danae R dengan draft sandar 13.27 meter. Hal ini menunjukkan hasil kolaborasi yang baik antara terminal dengan tim pelayanan kapal, karena telah menyediakan tunda dan pandu yang tangguh dan handal.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengungkapkan koordinasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mempersingkat waktu Post-Not Operation Time (NOT3).
"Ketika kapal yang akan berlayar sudah dalam masa penyelesaian kegiatan bongkar muat, tim TTL langsung berkoordinasi untuk kapal yang menggantikan atau kapal sandar berikutnya. Dengan demikian tim pelayanan kapal bisa lebih awal mempersiapkan kapal yang akan masuk" ujar David dalam keterangan tertulis, Rabu (12/3/2025).
Dengan pola operasional berbasis planning and control yang digunakan untuk memastikan waktu NOT3 tidak melebihi target yang telah ditentukan, maka diperlukan koordinasi secara konsisten antara pihak pihak pemangku kepentingan.
Dalam hal ini, pihak terminal harus memastikan bahwa clearance dokumen dan sisa petikemas bongkar muat kepada pihak tim pelayanan kapal dan agen pelayaran pada saat 2 jam sebelum kapal selesai berkegiatan. Kemudian pada rentang waktu 1,5 jam sebelum kapal selesai berkegiatan pihak tim pelayanan kapal melakukan persiapan penugasan pandu dan kapal tunda.
Langkah koordinasi dalam pengendalian pada akhir kegiatan kapal ini, diharapkan mampu mempersingkat waktu NOT3 yang yang ujung-ujungnya akan memberikan kontribusi positif dalam efisiensi biaya logistik.
“Mempersingkat waktu NOT3 dan ship to ship merupakan langkah nyata PT Terminal Teluk Lamong dalam mewujudkan kelancaran arus barang dan menekan biaya logistik untuk menguatkan ekonomi Indonesia sesuai dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” tandas David. (Arry/Oryza)











