- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
Pelindo Gaet Dubai Tanam Rp 6 T di Pelabuhan Belawan, Erick Thohir: Perkuat Ekosistem Logistik

Keterangan Gambar : Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: instagram Erick Thohir
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi menandatangani kerja sama investasi dan pengoperasian (KSO) terminal baru kontainer Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara. BUMN di bidang kepelabuhanan itu menggandeng DP World perusahaan asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir dalam acara penandatanganan KSO tersebut mengatakan, rantai pasok (supply chain) logistik di Indonesia hingga kini masih terdistrupsi. Kondisi ini makin parah ketika pandemi Covid-19.
"Yang namanya supply chain menjadi disrupsi terbesar saat Covid-19 dan untuk ke depannya. Jadi, ini penting kami pemerintah dan BUMN terus mendorong, kolaborasi pembangunan ekosistem dari pelabuhan, bandara, sampai kereta api," kata Erick dalam acara tersebut di Jakarta, Jumat (23/6/2023).
Baca Lainnya :
- Genjot Produksi Ikan Kerapu Cantang, ini Strategi KKP0
- Jelang Sidang IMO MEPC-80 di Inggris, ini Materi Persiapan Delegasi Indonesia0
- Desakan Indonesia ke Dunia: Lindungi Ekosistem Karbon Biru!0
- Ikuti MTR-SEA di Thailand, TNI AL Komitmen Tegakkan Hukum di Laut0
- Kasal Tinjau Industri Kapal Perang Turki Berusia Hampir 100 Tahun0
Dia mengatakan kerja sama ini dilakukan guna memperkuat eksosistem logistik yang menjadi salah satu masalah terbesar pada perekonomian Indonesia.
Menurut Erick, bila isu pembangunan ekosistem logistik tidak dapat diatasi, maka Indonesia akan tertinggal jauh dari negara besar lain di dunia. NKRI adalah negara kepulauan sehingga perlu infrastruktur yang mumpuni untuk mendukung pergerakan logistik.
"Ini kita akan tentu last competition karena yang namanya logistik itu menjadi bagian terbesar yang kita hadapi dan sangat tantangan ke depan. Apalagi kita negara kepulauan yang 17.000 pulau. Nah karena itu kami di BUMN terus mendorong yang namanya konektivitas," urai Erick.
Dia berharap kerja sama ini bisa segera dimulai dan dibangun dan dalam kurun waktu 3 bukan atau 6 bulan sudah terealisasi. "Jadi momentum percepatan ekonomi harus terjadi. Pengembangan kerja sama ini 6 bulan lah, atau 3 bulan", tandas Erick. Dia mendorong BUMN untuk bisa menggaet investor asing.
INVESTASI Rp 6 TRILIUN
Acara tersebut jugabdihadiri Dirut Pelindo Arif Suhartono, Dirut INA Ridha Wirakusumah, Chairman and CEO DP World Sultan Ahmed Bin Sulayem.
Arif mengatakan kerja sama antara Pelindo, Indonesia Investment Authority (INA), dan DP World, adalah untuk operasi terminal kontainer Pelabuhan Belawan selama 30 tahun plus 20 tahun. Sementara kapasitas pengembangan yang direncanakan hingga 1,4 juta Teus.
"Investasi sekitar US$ 400 juta (Rp 6 triliun)," kata Arif.
Menurut Arif, kehadiran DP World nantinya akan menarik kargo internasional langsung ke Belawan tanpa mampir dulu ke negara tetangga.
Sementara itu Dirut INA, Ridha Wirakusumah berharap teknologi DP Word dalam pengembangan pelabuhan.
"Yang kami harapkan dari DP World adalah teknologi yang tak kalah penting adalah pengembangan infrastruktur pelabuhan, dan menarik traffic dari luar negeri. Ngapain kita lempar ke negara tetangga, yang mau masuk ke Indonesia langsung ke sini saja," tandas Ridha Wirakusumah.
(Arry/Oryza)











