KM Arupadhatu Bawa 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Jasad ABK Ditemukan di Pulau Enggano

By Indonesia Maritime News 23 Sep 2026, 18:23:04 WIB News
KM Arupadhatu Bawa 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Jasad ABK Ditemukan di Pulau Enggano

Keterangan Gambar : Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menjelaskan soal penemuan jenazah yang dipastikan sebagai Surakhman, kru kapal Arupadhatu yang membawa 5 jurnalis. Foto: ist


Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANTEN: Peristiwa hilangnya lima jurnalis peliput aktivitas Gunung Anak Krakatau dan tiga kru speedboat memasuki babak baru. Satu jenazah kru awak kapal ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dalam jumpa pers di Mapolda Banten, Rabu (23/9/2026). Jasad yang ditemukan tersebut sebelumnya telah diidentifikasi dan dicocokkan dengan keluarga para korban.

Jenazah tersebut atas nama Surakhman atau Abah Surakhman, pria berusia 60 tahun yang menjadi kru KM Arupadhatu I, kapal speedboat yang disewa oleh lima jurnalis ke Selat Sunda untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.

Baca Lainnya :

"Berdasarkan pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap mayat Mr X yang ditemukan di Pulau Enggano Bengkulu, bahwa secara identik teridentifikasi sebagai Surakhman, atau ABK kapal ayah biologis dari Tuan Yayat," jelas Hengki.

Jenazah Surakhman ditemukan di pesisir Desa Kahyapu, perairan Pulau Enggano, Bengkulu. Jasad Surakhman hanya mengenakan celana pendek warna hitam.

Dijelaskan Kapolda Banten, Yayat adalah putra kandung dari Surakhman, ABK Kapal Arupadatu I. Kepastian jenazah Surakhman ini didapatkan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes melakukan proses pencocokan DNA.

Sejak 5 jurnalis dan 3 Kru kapal dinyatakan hilang, Polda Banten mengambil sampel DNA keluarga mereka sebagai antisipasi bila sewaktu-waktu ada temuan jenazah.

Seperti diketahui, lima jurnalis  dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026) saat tengah melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatu. Kelima jurnalis tersebut yaitu: Arie Basuki (Merdeka.com), M Bagus Khoirunnas (Antara), Yudhistiro (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal (jurnalis freelance). Mereka saat itu sedang menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Selain kelima jurnalis tersebut, tiga orang lainnya  dalam rombongan yang juga hilang yaitu Warta (nakoda kapal), Sukarman/Surakhman (ABK), dan Heriyanto (Pemandu).

Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polda Banten, masyarakat nelayan dan unsur lainnya melakukan pencarian besar-besaran dengan mengerahkan kapal laut maupun helikopter. TNI AL bahkan mengerahkan tiga kapal perang dari Lanal Banten dan Lanal Lampung untuk melakukan pencarian. Namun pencarian selama 10 hari belum membuahkan hasil hingga operasi SAR dinyatakan selesai pada Kamis (17/9/2026).

Operasi SAR Tidak Dibuka Lagi

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad menyatakan operasi SAR tidak akan dibuka kembali meskipun ada satu jenazah ditemukan. Dijelaskan Al Amrad, sesuai aturan pencarian dilakukan selama 7 hari.

"Dalam tujuh hari kita sudah perpanjang 3 hari. Di tujuh hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14 setelah evaluasi kita perpanjang 3 hari. Setelah 3 hari itu tidak ada tanda-tanda korban," kata Amrad.

Meskipun secara resmi pencarian sudah dihentikan, namun Basarnas tetap melakukan pemantauan dan menyebar broadcast dan maklumat pelayaran untuk kapal-kapal yang melintas. Masyarakat nelayan juga diimbau ikut membantu dan memberi informasi bila ada temuan yang berkaitan dengan hilangnya rombongan jurnalis tersebut.

Dengan ditemukannya jenazah Surakhman, masih tujuh lagi penumpang kapal Arupadhatu yang belum ditemukan. (Han/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook