- Mudik Gratis IPC TPK Bersama Pelindo Group Aman dan Nyaman
- Semangat Ramadhan IPC TPK Bagi 1600 Takjil di Pelabuhan
- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
Ibukota Mau Pindah Jumlah Pendatang di Jakarta Menurun, Ini Kata Gubernur Pramono Anung

Keterangan Gambar : Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Selama tiga tahun terakhir penduduk pendatang di Jakarta menurun. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan salah satu penyebabnya adalah rencana kepindahan ibu kota ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
“Salah satu faktor penyebabnya adalah mungkin ketika itu orang beranggapan bahwa Jakarta sebagai ibu kota, akan segera pindah,” kata Pramono di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Baca Lainnya :
- Panen Raya Serentak di 14 Provinsi, Presiden Prabowo: Petani Tulang Punggung Negara0
- Heli HS-1306 Phanter dan KRI Sultan Iskandar Muda-367 Unjuk Kemampuan di Laut Mediterania0
- 961 Kepala Daerah Dilantik Serentak, Ini Pesan Presiden Prabowo0
- Presiden Prabowo Sambut Presiden Erdogan di Istana Bogor, Dimeriahkan 75 Personel Pasukan Berkuda0
- Rapim TNI-Polri 2025, Presiden Prabowo: Rakyat yang Memberi Makan Tentara dan Polisi...0
Ia mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir jumlah pendatang ke Jakarta memang terus menurun. Pada tahun 2023, tercatat ada 395.298 pendatang. Angka itu turun drastis pada 2024 menjadi 84.783 jiwa. Sementara, untuk tahun 2025, jumlah pendatang diprediksi hanya berkisar antara 10.000 hingga 15.000 jiwa.
"Jadi tiga tahun terakhir ini Jakarta memang mengalami penurunan. Mulai dari tahun 2022, 2023, 2024. Tetapi, apakah tahun 2025 ini mengalami penurunan atau tidak, kita belum tahu," sambung Pramono.
Faktor lainnya menurut Pramono, menurunnya arus urbanisasi ke Jakarta juga dipengaruhi oleh pembangunan yang kini tidak lagi terpusat di Jakarta.
Pembangunan infrastruktur dan ekonomi dinilai mulai merata ke berbagai daerah. Kondisi ini membuat masyarakat tidak lagi menjadikan Jakarta sebagai satu-satunya tujuan utama.
"Sekarang ini pemerataan pembangunan tidak hanya terpusat di Jakarta, juga terjadi di mana-mana. Untuk 2025 ini, kami sedang pelajari apakah ada peningkatan atau penurunan,” tambah politisi PDIP ini.
Tetap Terbuka
Pramono menegaskan Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang untuk mengadu nasib. Ia mengingatkan bahwa Pemprov Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi terhadap pendatang baru. Namun akan melakukan pendekatan pendataan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Meski Jakarta terbuka bagi siapa saja, Pramono berharap kedatangan warga baru tidak mengganggu ketertiban dan tetap membawa semangat kedamaian.
"Tetapi mau meningkat atau menurun, sekali lagi seperti yang disampaikan oleh Pak Wagub maupun saya, bahwa Jakarta ini terbuka bagi siapa saja, tidak ada operasi yustisi. Yang kami lakukan adalah pendekatan dukcapil," ungkap Pramono.
"Secara administrasi dia harus mempunyai keanggotaan di mana yang bersangkutan pernah berada. Dan silakan mencari pekerjaan di Jakarta, kalau perlu keterampilan, pendidikan, pelatihan, kami akan menyiapkan untuk itu," tandas mantan Seskab di era pemerintahan Presiden Jokowi tersebut.
Pramono berharap siapa pun yang datang harus membawa suasana kedamaian, kerukunan dan juga hal-hal yang sudah baik yang ada di DKI Jakarta. (Bow/Oryza)











