- Mudik Lebaran 2026, Jumlah Kendaraan Tinggalkan Jakarta Tertinggi Sepanjang Sejarah
- H-3 Lebaran 2026 Puncak Arus Mudik, Pergerakan Tinggi di Seluruh Moda Transportasi
- Kapal Perang Terbaru KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Indonesia, Pertahanan Laut RI Kian Kuat
- PELNI Layani 316 Ribu Penumpang Arus Mudik 2026, Siap Optimal Sambut Arus Balik
- Gelar Griya 1447 H Lebaran di Istana, Tukang Urut Keliling Bangga Bertemu Presiden Prabowo
- Hari Raya Idul Fitri 2026, Presiden Prabowo: Saling Memaafkan, Pererat Persatuan
- Buruan Pesan Tiket Balik Lebaran 2026, Diskon Tarif Ferry Masih Tersedia
- Tiket Diskon PELNI Sisa 28 Persen, Buruan Sebelum Habis
- Teeet.. Wooy! Teriakan & Klakson Motor Pemudik Bersahutan, Demo Kapal Telat Sandar di Bakauheni
- Tok! Pemerintah Tetapkan Idul Fitri Jatuh pada 21 Maret 2026, Muhammadiyah Lebaran Lebih Dulu
H-3 Lebaran 2026 Puncak Arus Mudik, Pergerakan Tinggi di Seluruh Moda Transportasi

Keterangan Gambar : Kepadatan di Pelabuhan Merak, Banten. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Puncak pergerakan arus mudik Lebaran tahun ini terjadi pada Rabu (18/3/2026) atau H-3 Lebaran. Pergerakan warga hampir merata di seluruh moda transportasi.
Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 mencatat, puncak pergerakan ini terdistribusi hampir merata di seluruh moda transportasi, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dalam periode mudik tahun ini.
Baca Lainnya :
- PELNI Layani 316 Ribu Penumpang Arus Mudik 2026, Siap Optimal Sambut Arus Balik0
- Buruan Pesan Tiket Balik Lebaran 2026, Diskon Tarif Ferry Masih Tersedia0
- Tiket Diskon PELNI Sisa 28 Persen, Buruan Sebelum Habis0
- Teeet.. Wooy! Teriakan & Klakson Motor Pemudik Bersahutan, Demo Kapal Telat Sandar di Bakauheni0
- H-4 Lebaran, 6 Juta Pemudik Pulkam Naik Angkutan Umum0
Jumlah pergerakan penumpang tertinggi pada H-3 tercatat pada sejumlah moda transportasi utama, yakni angkutan penyeberangan sebesar 403.883 penumpang, diikuti perkeretaapian (antarkota dan regional) 401.238 penumpang, angkutan udara (domestik dan internasional) 311.836 penumpang, serta angkutan darat (bus dan travel) 232.016 penumpang. Sementara itu, moda angkutan laut mencatat puncak pergerakan lebih awal pada H-6 dengan jumlah 105.936 penumpang.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Ernita Titis Dewi menyampaikan, pola pergerakan tahun ini menunjukkan kecenderungan multimoda yang semakin kuat, seiring meningkatnya konektivitas dan integrasi layanan transportasi nasional.
“Puncak arus mudik pada H-3 terjadi hampir di seluruh moda transportasi, dengan dominasi tertinggi pada angkutan penyeberangan. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat semakin tersebar dan tidak terfokus pada satu moda saja, melainkan memanfaatkan berbagai alternatif transportasi yang tersedia,” jelas Titis, Jumat (20/3).
Jumlah Penumpang Naik
Data sementara Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat akumulasi dari H-8 (13 Maret 2026) hingga H-2 (19 Maret 2026), jumlah pengguna angkutan umum pada sejumlah moda mencapai 9.047.233 penumpang atau naik 10,79% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 8.166.170 penumpang.
Angka ini mencakup:
- moda perkeretaapian sebesar 2.669.314 orang, naik 14,05% dari tahun sebelumnya 2.340.509 orang;
- angkutan udara sebesar 1.982.987 orang, naik 5,18% dari tahun sebelumnya 1.885.266 orang;
- angkutan laut 739.724 orang, naik 6,48% dari tahun sebelumnya 694.702 orang;
- angkutan penyeberangan sebesar 2.259.469 orang, naik 15,54% dari tahun sebelumnya 1.955.508 orang;
- angkutan darat (bus dan travel) sebesar 1.395.739 orang, naik 8,18% dari tahun sebelumnya 1.290.185 orang.
Kemudian pergerakan keluar dan masuk Jakarta melalui jalan tol pada H-8 sampai H-2 terpantau 1.383.338 kendaraan yang keluar Jakarta, naik 5.27% dari tahun sebelumnya 1.314.042 kendaraan; sedangkan kendaraan yang masuk sebesar 917.512 kendaraan, naik 11,39% dari tahun sebelumnya 823.697 kendaraan.
Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 memantau total 1.560 simpul dan jaringan, dengan rincian 264 titik simpul angkutan laut, 177 terminal yang terdiri dari 115 terminal tipe A dan 62 terminal tipe B, 248 titik simpul angkutan penyeberangan, 472 titik simpul angkutan kereta api, 257 titik simpul angkutan udara, serta 43 jaringan di 6 gerbang tol dan 44 jaringan di jalan arteri.
Langkah Antisipatif
Titis menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode mudik.
“Pemerintah terus memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, peningkatan kapasitas layanan, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama,” ungkap Titis.
Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan keselamatan, memperhatikan jadwal perjalanan, serta memanfaatkan informasi resmi yang disediakan guna menghindari kepadatan pada titik-titik tertentu.
Sinergi antara pemerintah, operator transportasi, dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. (Arry/Mar)











