- KRI Bima Suci Sandar di Vladivostok Port Rusia, Atraksi Genderang Suling Jala Gita Disambut Meriah
- Kembangkan Pelabuhan Kolbano, Kemenhub Dapat Hibah Tanah dari Pemkab Timor Tengah Selatan
- Pemeriksaan Petikemas Dipercepat, Ini Komitmen 3 Intansi Menjaga dan Lancarkan Arus Logistik di Priok
- Bawa Sekilo Sabu di Termos dan 582 Pil Inex dari Malaysia, Nakhoda Disergap Tim Kodaeral IV dan Lanal TBK
- KKP Perkuat Penataan Pesisir dan Perairan di KEK Industropolis Batang
- KKP Gandeng SnackVideo Kembangkan SDM Kelautan Perikanan
- 1.300 Ikan Napoleon BB Penyelundupan Akhirnya Dilepas KKP ke Laut
- Kemenhub Gelar Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Pemanduan Kapal
- Sampaikan Pesan Presiden ke Swiss, Menaker Serahkan Ratifikasi Konvensi ILO 88, Lindungi Awak Kapal Ikan
- 2 Kapal Disergap TNI AL, Ekspor Ilegal Minerba Mengandung LJT Digagalkan, Nilainya Fantastis
Awal Triwulan II 2026, IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif

Keterangan Gambar : Aktivitas di PC Terminal Petikemas (IPC TPK). Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) membuka Triwulan II/2026 dengan peningkatan kinerja operasional. Realisasi throughput hingga April 2026 sukses mencapai 1.159.575 TEUs, meningkat 6,7% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 1.086.766 TEUs.
Peningkatan throughput IPC TPK sejalan dengan tren pertumbuhan perdagangan nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai impor Indonesia periode Januari–Maret 2026 tumbuh 10,05% secara tahunan, sementara neraca perdagangan nasional masih mencatat surplus sebesar US$5,55 miliar.
Di sisi lain, di tengah dinamika rantai pasok global yang masih menghadapi tantangan, termasuk meningkatnya biaya logistik serta ketidakpastian jalur pelayaran internasional akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas pengiriman laut global dan mendorong penyesuaian pada sejumlah rute maritim internasional. Meski demikian, IPC TPK tetap menjaga keandalan layanan dan efisiensi operasional guna memastikan kelancaran arus barang tetap terjaga.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan perusahaan terus menjaga optimalisasi layanan dan efisiensi operasional guna mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.
“Optimalisasi dan efisiensi layanan terus kami pertahankan guna mendukung kelancaran arus barang serta menjaga daya saing logistik nasional,” ujar Daniel dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5/2026).
Secara year-on-year, peningkatan kinerja pada bulan April 2026 sangat signifikan, yakni 26,78% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada bulan April 2026, kinerja operasi tercatat sebesar 308.810 TEUs, meningkat pesat dibandingkan dengan April 2025 yang mencapai 243.579 TEUs.
Peningkatan tertinggi terjadi di wilayah Tanjung Priok, terutama di IPC TPK Area Tanjung Priok 2 yang tumbuh 36,7% serta Area Tanjung Priok 1 sebesar 24,3%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh tambahan layanan ad hoc dan peningkatan volume dari sejumlah shipping line.
Sementara itu, IPC TPK Area Palembang turut mencatat pertumbuhan sebesar 18,7% seiring meningkatnya aktivitas ekspor dan impor sejumlah komoditas seperti rubber, wood product, coconut, hingga metal box.
Di tengah pertumbuhan arus petikemas, IPC TPK juga terus memperkuat langkah strategis di berbagai wilayah operasional. Pada April 2026, IPC TPK Teluk Bayur bersama PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur menjalin sinergi pemanfaatan dermaga dan peralatan bongkar muat guna mendukung kelancaran layanan logistik di Sumatera Barat.
Sementara itu, IPC TPK Area Jambi turut mendukung kelancaran ekspor kayu manis melalui optimalisasi layanan di Terminal Petikemas Pelabuhan Talang Duku guna memperluas akses pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah.
Menurut Daniel, perusahaan akan terus fokus menjaga stabilitas operasional dan kesiapan infrastruktur guna mengantisipasi dinamika industri logistik ke depan.
“Kami terus memperkuat kesiapan infrastruktur dan standardisasi layanan di seluruh terminal agar tetap mampu menjaga kelancaran arus barang di tengah dinamika logistik global yang terus berkembang,” tutup Daniel. (Arry/Mar)











