- Latma Orruda 2026 di Rusia Dimulai, Uji Ketangguhan dan Kesiapan Tempur Prajurit Jalasena
- Edukasi Maritim, PELNI Gelar Lomba Menggambar dan Mewarnai Diikuti 250 Anak-anak
- Perkuat Diplomasi Maritim, Kasal Tinjau Exercise Orruda 2026 di Rusia
- KKP dan BP Batam Kawal Mutu Perikanan di Zona Perdagangan Bebas
- Pelaut Meninggal Dunia di Singapura, Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi ke Ahli Waris
- KKP Pamerkan Kampung Nelayan Merah Putih Lateng ke Delegasi ASEAN-ID Blue
- Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 Dimeriahkan Tokoh Lintas Generasi dan Negeri, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Siap Orasi Budaya
- Pelindo Regional 2 Banten Catat Tren Pertumbuhan Operasional Positif Sepanjang Semester I 2026
- Pelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana, Terima Bongkar Muat MV. MSC CARLA III
- KPK Suvervisi Tata Kelola BBM PELNI, Pastikan Transparansi dan Cegah Korupsi
KKP Perkuat Penataan Pesisir dan Perairan di KEK Industropolis Batang

Keterangan Gambar : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menandatangani kerja sama dengan PT. Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menyelaraskan tata ruang (darat dan laut) di tingkat daerah dan nasional. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama PT. Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menyelaraskan tata ruang (darat dan laut) di tingkat daerah dan nasional. Program ini bertujuan mendukung Proyek Strategis Nasional Industropolis Batang, termasuk di dalamnya sistem transportasi, pelabuhan, dan penataan pesisir.
Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut, Kartika Listriana menjelaskan, kolaborasi dan sinergi penataan pesisir dan pemanfaatan ruang peraian kawasan Batang dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kapasitas ekonomi secara berkelanjutan di Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang.
Penandatangan kerja sama antara Ditjen PRL KKP dengan PT KITB berlangsung di Batang, Jawa Tengah pada Jumat 5 Juni 2026. Industropolis Batang sendiri merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Baca Lainnya :
- KKP Gandeng SnackVideo Kembangkan SDM Kelautan Perikanan0
- 1.300 Ikan Napoleon BB Penyelundupan Akhirnya Dilepas KKP ke Laut0
- Peringati WOD & Coral Triangle Day 2026, KKP Perkuat Kolaborasi Lindungi Laut0
- Tim Kodaeral IX dan Wanadri Selam Konservasi Terumbu Karang dan Bersihkan Bawah Laut0
- 40 Peserta Ikuti Pelatihan Transplantasi Terumbu Karang di Pantai Jikumerasa0
”Saat ini potensi sektor kelautan dan perikanan diarahkan untuk mendukung swasembada pangan, energi, dan hilirisasi sebagai bagian penggerak target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kartika dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Lebih lanjut Kartika juga menegaskan dukungan KKP selaras dengan penetapan KEK Industropolis Batang, yakni mempercepat penciptaan lapangan kerja untuk mendorong peningkatan ekonomi wilayah dan nasional.
”KKP hadir sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah pusat untuk mensinergikan penataan dan pemanfaatan ruang laut di Kawasan Batang dengan KEK Industropolis Batang, memberikan kepastian ruang untuk percepatan investasi dan meningkatkan peran masyarakat,” jelasnya.
Plt. Direktur Utama PT. Kawasan Industri Terpadu Batang, Indri Septa Respati juga meyakini sinergi dan dukungan nyata dari seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintah pusat dan daerah, mitra strategis, investor, komunitas lokal hingga seluruh pihak yang terlibat akan mempercepat terwujudnya industri pesisir yang maju dan lestari.
“Kerja sama ini adalah aksi nyata yang akan memberikan dampak ekonomi konkrit bagi masyarakat Batang sekaligus menjaga kelestarian laut Indonesia,” pungkasnya.
Kerja sama dengan KITB difokuskan pada penyelenggaraan penataan ruang laut, rehabilitasi dan/atau restorasi ekosistem pesisir, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta publikasi dan diseminasi informasi kebijakan penataan ruang laut.
Sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, KKP terus bersinergi dengan berbagai pihak khususnya dalam penataan ruang laut yang berbasis ekonomi biru agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Arry/Mar)











