- Pelindo dan PELNI Akhirnya Batal Merger, Ini Kata Danantara
- Menaker: Pelatihan Vokasi, Bekal Hadapi Dunia Kerja
- Indonesia Tuan Rumah Regional Marpolex 2026, Gandeng Filipina dan Jepang Tanggulangi Pencemaran Laut
- Dukung Konektivitas Nasional, PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT
- Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi dan Lepas Perdana Ekspor Baterai Kendaraan Listrik
- 800 Pati TNI dan Polri Dikumpulkan di Istana, Ini Taklimat Presiden Prabowo Soal Keadaan Negara
- PELNI Tebar Ribuan Life Jacket, Peduli Keselamatan Masyarakat Pesisir
- Operasi Penyergapan Tengah Malam, Penyelundupan 8,8 Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan TNI AL
- 5 Bulan Disandera Perompak Somalia, 4 ABK Kapal MT Honour 25 Selamat Bisa Kembali ke Indonesia
- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja
Pelindo dan PELNI Akhirnya Batal Merger, Ini Kata Danantara

Keterangan Gambar : Pelabuhan yang dikelola Pelindo Regional 2 Banten. Foto: Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Danantara akhirnya membatalkan rencana merger PT Pelindo dan PT PELNI. Dua perusahaan negara yang bergerak di bidang pelayaran dan logistik itu dinilai berbeda bisnis.
Hal ini ditegaskan oleh Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) yang juga Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Meski sama-sama bergerak di laut, namun karakter dan model bisnis kedua perusahaan pelat merah tersebut dinilai memiliki perbedaan mendasar.
Menurut Dony, harus dicermati bisnis model masing-masing perusahaan dan tidak serta merta karena bisnisnya sama-sama bergerak di laut lalu disatukan. "Karena masing-masing sudah ada best practice industry-nya,” kata Dony.
Baca Lainnya :
- Dirut Pelindo Sambangi Mabes TNI AL, Ada Apa ?0
- Pelindo Kenalkan ADHARA, Konektivitas Terpadu Ekosistem Maritim Satu Platform Digital0
- Pelindo Regional 2 Banten Layani Bongkar Muat Gandum di Pelabuhan Ciwandan0
- Kinerja 2025 Tumbuh, Pelindo Naik Tiga Peringkat di Fortune Indonesia 1000
- Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik0
Ia menambahkan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia) beroperasi di sektor maritim namun fokusnya berbeda. Pelindo fokusnya pada pengoperasian serta pengelolaan infrastruktur pelabuhan (port industry), sedangkan PELNI bergerak di bidang penyediaan layanan transportasi laut dan armada kapal (shipping/pelayaran).
"Jadi tidak bisa di-merger, tidak ketemu. Satu adalah pelabuhan dan satu lagi adalah transportasinya,” sambung mantan Wakil Menteri BUMN ini.
Ketika disinggung kemungkinan merger PELNI dan ASDP yang sama-sama mengelola pelayaran, Dony mengatakan konsolidasi dua perusahaan pelat merah itu bisa saja terjadi mengingat Pelindo dan PELNI sama-sama mengelola pelayaran.
Dony mencontohkan penggabungan yang telah dan sedang berjalan di sektor lain yang sejenis, seperti konsolidasi perusahaan asuransi, penggabungan manajemen aset (asset management), serta penyatuan pengelola kawasan industri. Penggabungan tersebut terbukti lebih efektif dalam menciptakan efisiensi serta memperkuat daya saing BUMN.
Soal wacana penggabungan ASDP dan PELNI, menurut Dony akan dipertimbangkan keunikan serta relevansi operasional masing-masing perusahaan. Karena prioritas konsolidasi BUMN saat ini berfokus pada perusahaan-perusahaan yang memiliki lini bisnis serupa (apples-to-apples).
Seperti diketahui, rencana penggabungan Pelindo dan PELNI dan ASDP bergulir pada November 2024 saat Kementerian BUMN dipimpin oleh Erick Thohir. Penggabungan PELNI dan ASDP ke dalam Pelindo dinilai Erick akan menjadi kekuatan besar di sektor maritim. Namun wacana tersebut tidak pernah terealisasi hingga Erick tak lagi menjabat sebagai Menteri BUMN. (Arry/Mar)











