- Diplomasi Indonesia Berhasil, Kuota Tangkapan Tuna Sirip Biru Selatan Naik 25 Persen
- Ikan Lele dan Nila Hasil Budi Daya Tematik Diolah Jadi Produk Siap Masak
- Indonesia–Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Al-Azhar siap Sambut Ribuan Mahasiswa
- Pasar Meluas, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand
- Kemnaker Luncurkan Pelatihan Kerja di Sukabumi, Paket Vokasi 1.600 Calon Peserta
- Townhall Meeting IPC TPK 2026: Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan
- Program P3MD, Pelindo Regional 2 Tanamkan Pemahaman Ekosistem Bisnis Kepelabuhanan
- Pelindo Kenalkan Sektor Maritim, Siswa SMPN 129 Jakarta Diedukasi Dunia Pelabuhan
- Kemnaker Asah Kompetensi Penyandang Disabilitas, Bekali Skill di Dunia Kerja
- Ribuan Liquid Vape Rp34,9 Miliar Dioplos Keripik Singkong, Disita Lanal Lampung di Bakauheni
Ikan Lele dan Nila Hasil Budi Daya Tematik Diolah Jadi Produk Siap Masak

Keterangan Gambar : Diversifikasi produk olahan berbahan baku ikan lele yang dikembangkan oleh pelaku UMKM di Jawa Tengah. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong nila dan lele hasil budi daya ikan darat tematik dari 100 lokasi berbasis bioflok, diolah menjadi produk siap masak (ready to cook) berkualitas.
Langkah tersebut untuk menjawab kebutuhan variasi produk perikanan di tengah masyarakat, sekaligus untuk memasok kebutuhan ikan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, komoditas hasil budi daya ikan darat tematik yang dikembangkan KKP saat ini, yaitu lele dan nila, perlu ditangani dan diolah menjadi produk bernilai tambah, bermutu, aman, serta memenuhi permintaan dapur SPPG. "Jika ini terpenuhi, para offtaker, termasuk dapur SPPG, akan semakin tertarik untuk menyerap produknya,” jelas Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Baca Lainnya :
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam0
- Dugaan Penyiksaan ABK, KKP Tangguhkan Izin Operasional KM Maulana 23 0
- 162 Ribu Hektare Laut di Kepala Burung Papua Kawasan Konservasi, KKP Atur Sistem Zonasi0
- PPN Pengambengan Bali Disiapkan Jadi Pelabuhan Perikanan Kelas Dunia0
- Tinjau Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Menaker Dukung Penciptaan Lapangan Kerja0
Salah satu upaya yang dilakukan KKP yakni menggelar Bimbingan Teknis Diversifikasi dan Nilai Tambah Komoditas Perikanan Berbasis Budi Daya Tematik di Semarang, Jawa Tengah belum lama ini. Kegiatan tersebut melibatkan pengelola budi daya ikan darat tematik berbasis bioflok di 100 lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Jawa, serta calon offtaker dari SPPG, hotel dan restoran, jasa boga, hingga ritel.
Pertemuan itu menghasilkan 15 Letter of Interest (LoI) dan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) penjualan produk olahan lele siap masak antara KDKMP dengan SPPG di Kudus dan Rembang, Jawa Tengah.
Jadi Tren Pasar
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Erwin Dwiyana menambahkan, produk dengan konsep ready to cook, ready to serve, dan ready to eat menjadi tren pasar saat ini. Tentunya dengan tetap mengutamakan mutu, keamanan, dan kandungan gizi pangan.
“SPPG, hotel, restoran, ritel dan jasa boga merupakan pasar potensial. Kami ingin unit usaha pengelolanya tidak hanya mampu memproduksi ikan, tetapi juga menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Erwin.
Sebagai ilustrasi, untuk Kota Semarang diperkirakan membutuhkan sekitar 36 ton ikan, jika 180 SPPG yang ada masing-masing menyerap sekitar 200 kilogram ikan untuk satu kali penyajian menu ikan. Dengan asumsi harga lele siap masak Rp25.000 per kilogram, nilai pasar yang terbentuk dapat mencapai Rp900 juta untuk satu kali penyajian.
Peluang tersebut semakin terbuka sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2026 tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), yang turut mendorong penyediaan menu ikan dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). (Bow/Mar)











