- Tim QR Kodaeral I Bongkar Dugaan Sindikat Pengoplos Gas Elpiji di Deli Serdang
- Tugboat Bawa Ribuan Kubik Kayu Log Diamankan TNI AL di Perairan Utara Pulau Buru
- Operasi Amfibi Keris Woomera 2026, Marinir Gempur Pantai Panongan
- Pelayaran Misi Diplomasi Kemanusiaan, Satgas Port Visit 2026 Disambut Hangat di Solomon
- Helly VVIP TNI AU Landing di KRI Sriwijaya-100
- Cetak Instruktur Kompeten Generasi Muda Maritim, Pusteral Gelar Kursus Instruktur Saka Bahari Nasional
- Inovasi Daur Ulang Life Jacket, PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026
- Pelindo Regional 4 Peduli Korban Kebakaran di Makassar, Salurkan Bantuan
- Pelindo Indonesia Network Pendulum Diluncurkan, Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Logistik Nasional
- KRI Alamang-644 Tebar Kebaikan, Nelayan Tanjung Balai Asahan Dibagi Sembako dan Cek Kesehatan
Operasi Amfibi Keris Woomera 2026, Marinir Gempur Pantai Panongan

Keterangan Gambar : Prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir terlihat dalam Operasi Amfibi pada Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SITUBONDO: Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, berubah ibarat arena peperangan. Prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir menunjukkan ketangguhannya di depan tentara Australia.
Ketangguhan Prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir terlihat dalam Operasi Amfibi pada Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).
Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI, khususnya Korps Marinir, bersama Australian Defence Force (ADF) untuk meningkatkan kemampuan tempur dan interoperabilitas melalui penyelarasan prosedur taktis serta koordinasi unsur laut, darat, dan udara dalam pelaksanaan operasi amfibi.
Baca Lainnya :
- Pelayaran Misi Diplomasi Kemanusiaan, Satgas Port Visit 2026 Disambut Hangat di Solomon0
- Helly VVIP TNI AU Landing di KRI Sriwijaya-1000
- TNI AL dan Tentara Australia Asah Kemampuan, Operasi Pendaratan Amfibi di Situbondo0
- Misi Kemanusiaan di Fiji Berakhir Sukses, Satgas Port Visit 2026 Lanjutkan Berlayar ke Solomon0
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Menembus Lautan Distribusikan Rp25 Milyar ke Pulau 3T0
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama pertahanan, meningkatkan kesiapan operasional, serta membangun kesamaan pemahaman dalam menghadapi berbagai tantangan di medan operasi.
Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro menegaskan latihan bersama tersebut merupakan kesempatan strategis untuk mengasah kemampuan prajurit sekaligus memperkuat interoperabilitas dengan pasukan Australia.
“Latihan ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan profesionalisme, mengasah kemampuan taktis, serta menyelaraskan prosedur operasi dengan pasukan negara sahabat. Dengan latihan bersama, diharapkan terbangun koordinasi yang solid dan kesiapan prajurit dalam melaksanakan operasi amfibi secara efektif dan profesional,” ujarnya.
Seperti diketahui, TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar demonstrasi operasi pendaratan amfibi dalam Latgabma Keris Woomera 2026 bersama Angkatan Bersenjata Australia/Australian Defence Force (ADF) di Pantai Banongan, Situbondo.
Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) ini dalam rangka memperkuat sinergi dan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia. Demonstrasi diawali dengan penyusupan unsur laut (surface insertion) dan kegiatan pengintaian yang melibatkan KRI Sultan Iskandar Muda-367, HMAS Choules, HMAS Stalwart, dan HMAS Perth.
Selanjutnya, Detasemen Intai Amfibi (Denipam) Marinir, Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) TNI AL, bersama Maritime Tactical Operations (MTO) ADF melaksanakan pembersihan pantai (beach clearance) sebagai bagian dari tahapan persiapan pendaratan pasukan.
Operasi kemudian dilanjutkan dengan dukungan udara melalui misi Close Air Support (CAS) yang melibatkan dua pesawat Super Tucano EMB-314 TNI Angkatan Udara dan tiga pesawat PC-21 Royal Australian Air Force (RAAF). Melalui dukungan tersebut, pasukan pendarat bergerak menggunakan kapal pendarat dan perahu karet untuk merebut dua sasaran tumpuan pantai.
Pelaksanaan demonstrasi pendaratan amfibi dalam Latgabma Keris Woomera 2026 menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, menguji kesiapan operasional, serta memperkuat interoperabilitas antara TNI dan ADF dalam melaksanakan operasi gabungan (Arry/oryza)











