- Indonesia Tuan Rumah Regional Marpolex 2026, Gandeng Filipina dan Jepang Tanggulangi Pencemaran Laut
- Dukung Konektivitas Nasional, PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT
- Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi dan Lepas Perdana Ekspor Baterai Kendaraan Listrik
- 800 Pati TNI dan Polri Dikumpulkan di Istana, Ini Taklimat Presiden Prabowo Soal Keadaan Negara
- PELNI Tebar Ribuan Life Jacket, Peduli Keselamatan Masyarakat Pesisir
- Operasi Penyergapan Tengah Malam, Penyelundupan 8,8 Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan TNI AL
- 5 Bulan Disandera Perompak Somalia, 4 ABK Kapal MT Honour 25 Selamat Bisa Kembali ke Indonesia
- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam
- Dugaan Penyiksaan ABK, KKP Tangguhkan Izin Operasional KM Maulana 23
Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran, Safety Training di Atas Kapal PELNI

Keterangan Gambar : Ditjen Hubla menggelar Workshop Safety Training di atas kapal KM Kelud selama pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Foto: Ditjen Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus memperkuat budaya keselamatan pelayaran melalui peningkatan kesiapsiagaan darurat di laut.
Upaya tersebut sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola secara menyeluruh. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Workshop Safety Training yang diselenggarakan di atas kapal KM Kelud selama pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Batu Ampar, Batam.
Workshop Safety Training juga telah digelar di kapal lain milik PELNI, yaitu KM Nggapulu, KM Tidar, dan KM Doro Londa. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran perwira, Anak Buah Kapal (ABK), serta personel terkait. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan manajemen perusahaan serta seluruh awak kapal memiliki pemahaman mendalam serta keterampilan praktis dalam mengoperasikan alat-alat keselamatan sesuai standar maritim internasional.
Baca Lainnya :
- ASDP Salurkan Logistik ke Lokasi Gempa, KMP Ile Ipe Kembali Angkut 5 Ton Bantuan dan 74 Penumpang ke Palue NTT0
- Kapal Kendaraan Terbesar Sandar di Patimban, Uji Car Terminal Construction, Berjalan Lancar di Dermaga Paket 50
- PELNI Mulai Angkut Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Dikirim Pakai KM Tidar0
- Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Monas-Dukuh Atas0
- Didukung PELNI, 105 Siswa dari Pedalaman Papua Menuju Jakarta Melanjutkan Pendidikan0
Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, mengatakan pelaksanaan pelatihan secara langsung di atas kapal yang sedang berlayar atau on-board training memberikan pengalaman nyata kepada para peserta dalam menghadapi kondisi operasional dan berbagai potensi risiko keselamatan di laut.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap awak kapal tidak hanya memahami prosedur keselamatan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat dan cepat ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Samsuddin dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan awak kapal merupakan bagian penting dalam membangun budaya keselamatan yang kuat dan berkelanjutan di sektor transportasi laut.
“Kami berharap hasil dari workshop ini dapat semakin meningkatkan kepercayaan para pengguna jasa terhadap jaminan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayaran,” tandasnya.
Sebagai informasi, rangkaian workshop mencakup pembekalan teori dan simulasi praktik langsung di atas kapal yang meliputi prosedur tanggap darurat (Emergency Response), pemantapan prosedur navigasi dan komunikasi dalam menghadapi situasi kritis di laut.
Materi juga mencakup simulasi penggunaan alat keselamatan kapal (Life-Saving Appliances), antara lain peluncuran sekoci, rakit penolong (liferaft), dan penggunaan jaket pelampung secara cepat dan tepat.
Selain itu, peserta mendapatkan pelatihan penanggulangan kebakaran (Fire-Fighting Equipment) melalui simulasi kesiapsiagaan dan pengoperasian sistem pemadam kebakaran di kapal. (Arry/Mar)











