- Peduli Lingkungan Laut, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
- Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT per Liter Rp15.000, KKP: Jaga Stabilitas Produksi dan Daya Saing
- Menuju 5 Abad Jakarta, Wagub Rano Karno Ajak Insan Pers Sukseskan Anugerah Jurnalistik MHT 2026
- Tok! Harga BBM Solar Kapal Nelayan 30 GT per Liter Rp15.000, Perintah Presiden Prabowo
- Pelindo Terminal Petikemas Gondol 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
Kasal, Titiek Soeharto hingga 3 Menteri Turun ke Lokasi Pembongkaran Pagar Laut Tangerang
Random Video
Indonesiamaritimenews.com (IMN), TANGERANG: TNI AL bersama masyarakat pesisir, Rabu (22/1/2025) kembali melanjutkan pembongkaran patok pagar laut sepanjang 30,16 kiometer di perairan Tangerang, Banten. Dalam operasi kali ini, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ikut terlibat.
Aksi ini merupakan tindak lanjut dari pembongkaran pagar laut yang diinisiasi oleh TNI AL sejak Sabtu, 18 Januari 2025 lalu. Pembongkaran pagar laut ilegal yang disaksikan secara langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Selain Kasal, di lokasi hadir pula Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto dan sejumlah menteri antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono; Menteri ATR/BPN RI, Nusron Wahid; Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Hadir pula Kepala Bakamla Laksdya TNI Irvansyah; Kabaharkam Polri Komjen Mohammad Fadil Imran, Danpuspom TNI, Pangdam Jaya dan Pangkotama serta Pejabat Utama TNI AL.
Operasi pembongkaran pagar laut melibatkan 2593 orang, terdiri dari Prajurit TNI AL, nelayan sekitar, KKP, Polairud, dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Republik Indonesia (KPLP). Dari TNI AL sendiri diturunkan 753 personel.
TNI AL juga mengerahkan puluhan Alutsista di antaranya 1 Unit Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (Kapa), 2 Unit LVT Marinir, 3 Unit Opleger, 3 Unit Sea Rider, 6 Unit Perahu Karet dengan motor tempel, 9 Truk Pasukan, 2 Unit Kendaraan Kawal, 1 Unit Ambulance, dan beberapa Kapal lainnya.
Pembongkaran ini akan berlangsung dalam beberapa hari. Demi kepentingan masyarakat, TNI AL akan berupaya secepat mungkin untuk membongkarnya. Dengan adanya stakeholder terkait maka akan memudahkan dalam menuntaskan kesulitan para nelayan dalam mencari nafkah.
Sebagai catatan, pembongkaran pagar laut ilegal ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. TNI AL akan vertikal tegak lurus untuk menuntaskan pembongkaran ini dengan mengimplementasikan perintah Presiden RI untuk membantu para nelayan.
Kasal menekankan TNI AL sepakat dan bersinergi dengan seluruh aparat maritim serta nelayan, akan memback up dan mendukung tugas pembongkaran pagar laut tersebut. Karena merupakan perintah dari Presiden dan Panglima TNI. Ini akan terus berlanjut dalam membantu kesulitan masyarakat khususnya para nelayan.
“Ini merupakan Tugas pokok dari TNI AL yakni UU TNI No. 34 Tahun 2004 yaitu pemberdayaan wilayah pertahanan laut, dimana beberapa kecamatan di daerah sini adalah binaan dari Spotmaral. Jadi kita bertekad untuk membantu kesulitan masyarakat semaksimal mungkin,” ujar Kasal di lokasi pembongkaran.
Diberitakan indonesiamaritimenews.com sebelumnya, pembongkaran pagar laut yang membentang sepanjang 30,16 kilometer di perairan Tangerang, mukai dilakukan oleh 600 personel TNI AL dan ratusan nelayan pada Sabtu (18/1/2025). Pembongkaran kembali dilanjutkan pada Rabu (22/1/2025) dengan melibatkan para stakeholder. (Arry/Oryza)
